Attuale samudra

Attuale samudra

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 29, 2024
Setiap Lembaran selalu tertera dirimu seringai senyuman indah yang terukir dalam raut wajah mu dan ada ribuan cahaya menyinari malam yang gelap, tempat di mana orang orang merasa kesepian, "kamu tahu semua orang menanti diriku" dia duduk dengan tenang di sebuah jendela, "haruskah aku mengarungi samudra untuk menemukan seseorang seperti dia?" Dirinya adalah sosok yang di nanti setiap orng, tawanya selalu menyinari hari, jarum jam akan terus berputar seiring waktu, namun rasa itu sudah terlalu dalam untuk di timbun "Kamu akan menemukan nya" suara itu selalu terdengar di benaknya, suara yang tak akan pernah terlupakan sampai satu rasa egois itu hilang
All Rights Reserved
#6
cintabedagama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DUNIA HAMPA
  • Apa Itu Cinta? (Completed)
  • Enhypen- The Magic Elemental
  • Unforgettable (𝐄𝐍𝐃)
  • Apologize [END]
  • Tenang dalam pelukan laut
  • Don't  Fall  For  The  Golden  Boy  (DAENGSUNG/MYUNGNYANGZ)

Hampa, kata itu menjadi hal yang ada di benaknya setiap kali ia pulang ke "rumah" miliknya. Tak ada niatan baginya, untuk sekedar membuat rumahnya lebih berwarna lagi. Dunianya terasa hampa, setiap kali ia ingin mengeluh. Ia kebingungan, mencari tempat untuk bersandar, dan bercerita tentang hari-harinya yang sulit. "Rumah" miliknya memang selalu berbeda, di sana sunyi. Di sana tidak terasa seperti ada kehidupan sedikit pun, hampa. Bahkan "rumah" yang dikatakan orang-orang sebagai tempat pulang itu, tak sama baginya. "Rumah" yang dianggap sebagai dunia kasih sayang bagi orang-orang, juga tak sama baginya. Semuanya bohong, semua tentang dirinya. Yang katanya menjadi kebanggaan bagi semua orang, tanpa ada kekurangan. Berjuta-juta lara tak pernah absen dari dirinya, seakan-akan seperti tidak ada detik tanpa kebohongan baginya. Sampai kapan, ia harus merasakan semua kesunyian ini? Kapan, kehampaan ini akan usai? Di mana, ia bisa mengekspresikan dirinya, selayaknya remaja pada umumnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines