Story cover for BELLATRIXIA | END by maryamarora
BELLATRIXIA | END
  • WpView
    MGA BUMASA 1,767
  • WpVote
    Mga Boto 521
  • WpPart
    Mga Parte 57
  • WpView
    MGA BUMASA 1,767
  • WpVote
    Mga Boto 521
  • WpPart
    Mga Parte 57
Kumpleto, Unang na-publish Jan 02, 2024
Cinta bukan selalu karena perbedaan, juga tidak harus didominasi dengan kesamaan.
Cinta pun tidak melulu karena kecocokan horoskop/hitungan angka yang bahkan tidak berhasil merajut tali kasih.
Bagi Tama dan Bella, cinta itu pemahaman. Dengan slogan yang mereka anut 'Kalo lo paham, beres'
Namun begitu, nyatanya mereka ialah pribadi yang berbeda, walau mereka sama.

Dengan kepribadian yang bertolak belakang, bagaimana mereka bisa disebut sama, lantas perasaan apa sebenarnya yang tumbuh pada keduanya?
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add BELLATRIXIA | END to your library and receive updates
o
#52bellatrixia
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
Like The Perfect Ending  cover
Cinta Yang Dingin Hati Yang Tersimpan (Fredel)  cover
PERBEDAAN cover
Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓ cover
You And Me Forever (SELESAI) cover
BACKBURNER  cover
Memory in My Heart cover
Stargazing [SELESAI] cover
A New Beginning cover

Like The Perfect Ending

12 parte Ongoing Mature

Cinta pada pandangan pertama? Kalian percaya itu? Mungkin bagi sebagian kalian meragukannya. Begitulah, mana mungkin kita bisa memahaminya tanpa pernah sekali pun mengalaminya? Seperti Tania dan Alya. Keduanya tidak percaya akan cinta pada pandangan pertama. Bagaimana mungkin, kita bisa jatuh cinta kepada seseorang ketika matanya dan mata kita bertemu untuk yang pertama kalinya? Mustahil! Namun, kemustahilan itu berubah menjadi nyata ketika rasa yang tak biasa menyusup di hati keduanya tatkala mata mereka bertemu untuk kali pertama. Belum juga mereka habis berpikir tentang ketidakmungkinan rasa yang timbul antara dua orang wanita dewasa, mereka dihadapkan pada pilihan yang membuat mereka harus memutuskan apakah mereka akan membuang rasa itu atau justru akan memperjuangkannya atas nama cinta?