Suara Ke-Nol

Suara Ke-Nol

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 9, 2026
Terlahir bisa mendengar isi kepala orang-orang di sekitarnya adalah penderitaan terbesar bagi Sheira Jemima. Bagi Sheira, dunia adalah kebisingan tanpa jeda. Kekecewaan, trauma, tangisan, amarah, rasa bahagia, semuanya dapat Sheira dengar tanpa dapat ia kendalikan. Ia mendengar setiap rahasia busuk, dan kejujuran pahit di kepala semua orang. Sampai ia bertemu Arloji Detire, pemuda yang hanya membawa satu hal di dalam kepalanya: Suara Ke-Nol. Arlo adalah perwujudan keheningan mutlak, dimana Sheira tidak dapat mendengar isi kepalanya sama sekali. Sebuah keheningan yang belum pernah Sheira temukan sebelumnya. Apakah ketenangan yang dibawa Arlo ini hanya sebuah keheningan sementara, atau ia akan menjadi suara utama dalam hidup Sheira? #Pensi #EventPensi #PensiVol28 #TeorikataPublishing
All Rights Reserved
#176
myungjaehyun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Buku Harian
  • Given
  • Backstage [End-Revisi]
  • Chasing Idol [END]
  • Bapak Bhumi & Mas Pram
  • Disunat Temen sendiri
  • Aktor | WenJunhui (Jun SEVENTEEN)✔✔
  • SECRETUM - JJK ✔
  • ғᴀᴍɪʟʏ ɪɴ ᴅᴏʀᴍ ᴡᴀɴɴᴀ ᴏɴᴇ
  • Budak Sajak

[SELESAI] Kalau berkenan mampir, saya akan memperkenalkan pria pemilik senyum indah dan tatapan teduh; pria yang mampu membuat saya berdebar tak sebagaimana mestinya; pria yang selalu bisa membuat desiran aneh mengalir hebat memasuki rongga di sisi hati; pria yang dapat membuat saya mudah jatuh sedalam-dalamnya pada cinta. Kalau sudah membaca buku harian ini, saya berharap tak ada belas kasihan yang saya terima dikemudian hari; tak ada lagi air mata yang secara tidak sopan membasahi pipi saya; dan saya tidak pernah lagi dipertemukan semesta pada takdir yang sama untuk kesekian kalinya. Untuk kesekian kalinya juga, pada buku harian ini, saya mengatakan kalau saya lelah mencoba; mencoba untuk selalu kuat; mencoba untuk tetap baik-baik saja padahal hati sedang rapuh-rapuhnya; mencoba melupakan titik kejadian yang selalu terasa baru kemarin terjadi. Saya lelah. -Senja Aulia 23/12/19 13/05/20

More details
WpActionLinkContent Guidelines