Way Home

Way Home

  • WpView
    LECTURES 200
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., janv. 7, 2024
Keluar dari rumah adalah pilihan terbaik yang pernah Gata buat setelah dirinya dicap sebagai pembunuh adiknya sendiri. Tapi di saat yang sama, dia masih terjebak di traumanya atas kepergiaan sang Adik dan cercaan orang-orang di sekitarnya. Dia pergi dengan luka batin yang tak bisa dilihat siapa pun. Orang-orang bilang dia sakit jiwa, tapi dia mati-matian menyangkal itu. Dia kehilangan dirinya sendiri. "Apa yang kamu inginkan, Bang?" Dia hanya ingin pulang. Pulang ke tempat dia akan menemukan adiknya. "Izinin Om nyembuhin Abang. Izinin Om bawa pergi semua luka dan trauma Abang. Boleh?" Namanya Jagata Hanan Radeyana, dan bagi psikiaternya, dia layak untuk sembuh. Dia layak untuk mendapatkan semua cinta di dunia. -KhansaDyfka/Blueskyiaaa, 2024-
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Why do I Like You [On Going]
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • EverLasting Love [TAMAT]
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Tentang Hery [Sudah Terbit Di Rex Publishing]
  • Tiga Jarum Jam [END]
  • Daechan Wiramaja
  • Favorite Wound
  • Cinta pertama dan terakhir (LuRah)[END]✓

𝙴𝚗𝚍𝚒𝚗𝚐 𝚙𝚊𝚜𝚝𝚒 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚊𝚍𝚊 𝚍𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛 𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊, 𝚋𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚌𝚑𝚊𝚝𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚙𝚞𝚗 𝚊𝚍𝚊 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊. Emmaline Aspen, gadis yang terlihat tenang dari luar namun penuh badai di dalam. Dia terbiasa menyimpan segalanya sendiri rasa takut, kecewa, bahkan cinta. Tak ada yang benar-benar tahu seberapa keras ia berjuang, termasuk orang yang paling ia sayangi. Perasaannya tak pernah dianggap, usahanya tak pernah dihargai. Hari-harinya dipenuhi senyum palsu dan tawa singkat yang menyamarkan luka. Hingga akhirnya, ketika dinding kesabarannya runtuh, Emmaline menyadari bahwa dia terlalu lama membiarkan dirinya tersakiti. Ia mulai belajar memeluk luka, bukan untuk kembali terjatuh, tapi untuk benar-benar pulih. Menjauh dari seseorang yang ia cintai bukan karena benci, tapi karena sadar cinta seharusnya tidak menyakitkan. "Pada akhirnya menjauhimu adalah sebuah keharusan," bisiknya pada bayang-bayang masa lalu. Warning⚠️ -plagiarism stay away from here. -cerita mengandung sedikit banyaknya kata-kata kasar. -tidak suka? go!

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu