Way Home

Way Home

  • WpView
    Reads 200
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 7, 2024
Keluar dari rumah adalah pilihan terbaik yang pernah Gata buat setelah dirinya dicap sebagai pembunuh adiknya sendiri. Tapi di saat yang sama, dia masih terjebak di traumanya atas kepergiaan sang Adik dan cercaan orang-orang di sekitarnya. Dia pergi dengan luka batin yang tak bisa dilihat siapa pun. Orang-orang bilang dia sakit jiwa, tapi dia mati-matian menyangkal itu. Dia kehilangan dirinya sendiri. "Apa yang kamu inginkan, Bang?" Dia hanya ingin pulang. Pulang ke tempat dia akan menemukan adiknya. "Izinin Om nyembuhin Abang. Izinin Om bawa pergi semua luka dan trauma Abang. Boleh?" Namanya Jagata Hanan Radeyana, dan bagi psikiaternya, dia layak untuk sembuh. Dia layak untuk mendapatkan semua cinta di dunia. -KhansaDyfka/Blueskyiaaa, 2024-
All Rights Reserved
#790
teenlit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEMELUK LUKA [END]
  • QUERENCIA ✔️
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Tiga Jarum Jam [END]
  • Daechan Wiramaja
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Favorite Wound
  • Langit untuk Asa
  • Why do I Like You [On Going]
  • Tentang Hery [Sudah Terbit Di Rex Publishing]

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

More details
WpActionLinkContent Guidelines