Promise we won't go anywhere

Promise we won't go anywhere

  • WpView
    Reads 3,792
  • WpVote
    Votes 232
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 8, 2024
Ketika langitmu abu abu, masih ada aku yang akan membuatnya membiru. Ketika langitmu tak ada bintang, ada aku, bulan paling terang untukmu. Ketika harimu selalu hujan, ingat aku pelangi yang akan datang setelah nya. Jika lembaran bukumu tampak kosong dan usang, tak apa, ada jari jariku yang akan setia menulis segalanya di sana. Tak apa, kecil atau besar angan anganmu akan ku pastikan ada aku yang tak akan menghakimi mu. Dunia ini luas dan indah, tapi tak ada dunia yang seindah kedua matamu. Tangan ku akan tetap menyambut mu ketika semua orang meninggal kan mu. Si kecil dengan bunga matahari di tangan, sama seperti matahari yang ada di hatinya. Lintang Mentari dan awan.
All Rights Reserved
#362
freen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Our Home Lost in This House
  • Fence: Keluarga itu Ibarat Pagar
  • Love in Silence ✔
  • AURORA
  • ALEYA~~
  • [𝐒𝐡𝐢𝐝𝐨𝐮] 𝐖𝐢𝐥𝐝 𝐖𝐡𝐢𝐬𝐩𝐞𝐫𝐬
  • You Belong To Me.
  • Decided In My Soul (Tetap Dalam Jiwa)
  • TERBAKAR CINTA (Freen&Becky) END
  • Waktu Awan dan Rembulan

Malam membawa bulan melayang diambang langit Menebar bintang yang berbaris rapi Sakit yg menggerogoti aku Semakin tak berperasaan Menusuk ulu hati, menyisakan luka yang tak kunjung mengering Menambah lara hatiku yg terkhianati Aku tak diberi kesempatan Oleh rembulan untuk berkisah lebih lama dari biasanya Arumi Syafiya. _________________________________________ Secarik kertas terakhir seorang ibu dalam sakaratul mautnya. Lengkap dengan butir-butir air mata yg membekas di atas kertasnya. Dan tetesan darah yang membentuk identitas di permukaannya. Yang membuat siapa pun yang membacanya akan paham, betapa sakit dan. menderitanya ia di penghujung nyawanya. Wanita hebat yg kerap kami panggil Bunda itu, telah tiada tiga tahun yang lalu. Mewarisi kami hati yang terbalut rindu. Lengkap dengan kenangan kami, hari-hari kami, yang kami habiskan dengan canda dan tawa. Tanpa tau apa yang telah dialaminya, kami tak kehilangan sedikit pun kasih sayang. Semuanya utuh, seolah baik-baik saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines