SHAKALYA

SHAKALYA

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 12, 2025
WpInfo
Fanfic
"Persamaan kita hanya di perasaan, tapi tidak dengan keyakinan" • • • Shaka tidak pernah sebucin ini sebelumnya. Sebanyak-banyaknya ia memainkan banyak perasaan perempuan, tidak pernah ia ketahui jika kali ini fakta akan memutar balikkan segalanya. Ya, kali ini Shaka yang merasa dipermainkan. Perbedaan keyakinan membuat pendekatannya terasa sangat sulit. Apa lah yang bisa dia lakukan jika diantara mereka sudah dibatasi oleh dinding tinggi yang tidak bisa mereka lewati dengan mudah?
All Rights Reserved
#383
voli
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • As Time Allows
  • Kelas A [End]
  • Pangeran Kelas
  • Seamin Tak Seiman
  • Y & W [END]
  • ASRAR|

Dua remaja. Dua keyakinan. Satu perasaan yang tumbuh diam-diam... lalu meledak diam-diam. Di balik tatapan mata yang saling mencari, ada rahasia yang tak bisa diucap. Di antara langkah-langkah mereka yang tampak biasa, ada jalan terjal yang tak terlihat oleh siapa pun. Ini bukan kisah cinta biasa. Jere dan Wulan dipertemukan oleh sesuatu yang tak bisa dijelaskan, namun dipisahkan oleh kenyataan yang terlalu jelas untuk diabaikan. Mereka mencoba melawan-kadang dengan keberanian, kadang hanya dengan harapan. Tapi semakin mereka mendekat, dunia seperti menarik mereka menjauh. Setiap pertemuan menyimpan luka tersembunyi. Setiap keputusan menyisakan jejak yang tak kasat mata. Mereka saling mencintai, tapi juga saling menyakiti... karena cinta mereka berjalan di tepi jurang yang rapuh. Dan yang paling misterius dari semuanya: Apakah perasaan itu nyata? Atau hanya bayangan dari sesuatu yang pernah mereka miliki-dan sudah lama pergi? Di balik setiap dialog, setiap diam, setiap janji yang tak pernah selesai diucapkan... ada teka-teki besar: Apakah cinta memang cukup untuk menyatukan dua jiwa yang ditakdirkan berbeda sejak awal? Atau justru cinta-lah yang akhirnya menghancurkan mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines