Aksara milik Audryn

Aksara milik Audryn

  • WpView
    Reads 276
  • WpVote
    Votes 85
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 19, 2024
"Tuhan, kenapa melakukan ini semua kepadaku? aku tidak sekuat orang-orang di luaran sana. Jika kehadiranku memang membawa sial, maka bawalah diriku bersamamu, Tuhan." -Audryn Gheazora Seperti seekor kelinci yang terjebak dalam ruangan penuh dengan singa dan ular, Audryn masih kuat dan bisa tersenyum. Persetan dengan kematian dan daerah yang berbahaya Audryn masih bisa terus hidup dan tumbuh walaupun selalu disakiti kesana-kemari. Beruntungnya Audryn yang telah mengenal seorang pangeran yang begitu baik dan rela menjadikan dirinya sebagai perisai untuk melindungi Audryn. "Terus bertahan dan berdoa, entah seberapa lama lagi penderitaanmu berakhir. Jika memang sudah lelah, beristirahatlah dengan damai." -Aksara Margatha Nadeem
All Rights Reserved
#247
kazuha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FEARLESS || JAYISA
  • APRIL
  • AUDREY
  • Semesta Angkasa | Teenlit ✔
  • ALVIN (On Going)
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • Mendukung Yang Berujung Nikung
  • Hidden Gang | Enhypen Le Sserafim: Hybe [✓]
  • Best Friend (NAVISA)

Hidup itu pilihan. Tapi ada karena suatu kesalahan bukanlah suatu keinginan. Toh yang namanya manusia pasti pernah khilaf pada masanya. Siapalah yang bisa mengira seperti apa Tuhan menorehkan takdir seseorang. Sera, gadis cantik yang terlahir mandiri sejak kecil itu ditakdirkan bertemu dengan Kafka, laki-laki yang selalu ingin terlibat dalam setiap proses dan langkah kecilnya. Membuat Sera mau tidak mau menerima eksistensinya. Bersamaan dengan itu banyak hal baru yang Sera temukan, termasuk menekan rasa takutnya untuk memperjuangkan Kafka, agar selalu menjadi miliknya. Pun dengan Kafka yang juga melakukan hal yang sama. "Ka, aku nggak pantes ya berdiri di samping kamu?" "Kata siapa? Ra, hidup itu simpel, Tuhan kasih banyak opsi buat dijadikan pilihan. Kalau nggak bisa berdiri di samping aku, kamu bisa duduk di pangkuan aku. Jangan takut, Ra. Mereka cuma iri. Kita bisa berjuang sama-sama." "But i'm a mess." Kafka tersenyum, "Kalau gitu kita tata lagi perlahan, sampai kembali seperti semula. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, selagi bersama, semuanya bakal berjalan sesuai rencana, Ra."

More details
WpActionLinkContent Guidelines