Berawal dari lamy yang hanya ingin mengisi waktu luang nya untuk hal yang bermanfaat, dan akhirnya mengikuti organisasi yang ketua nya adalah Marvel salah satu alumni sekolah nya, walaupun marvel alumni di sekolah nya dan berujung menjadi pacar sang ketua organisasi tersebut. Mau tau kelanjutannya yuk baca dan lihat kebucinan dua manusia ini sebelum salah satu dari mereka pergi ninggalin yang lain
-----------
Selamat jalan orang baik, tenang cewe Lo bakal gw jaga dengan baik sampai dia nemuin pengganti lo, sampai ketemu lagi --bintara
Selamat jalan kawan, gw harap lu beneran nikmati kebahagiaan lu di sana, ga bakal sakit-sakitan atau nahan sakit lagi, cukup selama ini rasa sakit yang lu tanggung, see you the next life bro --jeidan
hallo ganteng nya akuu, udah beneran nyerah ya sama hidup ini?, udah ga mau bertahan lagi?, maaf ya, maafin akuuu, aku ga tau banyak tentang kamu, maaf, cuman itu yang bisa aku ucapin, aku harap kamu tenang di sana See you the next universe Kaka, aku mencintaimu, i really, really love you kakaa --Lamyy
Alur campuran
Alya melangkah menuju sekolah dengan langkah pelan. Jalanan pagi itu sepi, hanya suara burung berkicau yang menemani. Biasanya, ia akan berangkat lebih awal untuk membaca buku di perpustakaan, tapi hari ini hatinya terasa berat.
Sesampainya di sekolah, suasana berbeda jauh dari rumahnya. Di sini, Alya bukanlah anak yang diabaikan. Ia dikenal sebagai murid berprestasi, ketua klub sains, dan siswa yang sering membawa nama sekolah ke ajang perlombaan. Teman-teman dan guru-guru menghormatinya.
Saat ia memasuki kelas, seorang temannya, Dinda, langsung menghampirinya.
"Alya! Kamu udah siap buat ujian hari ini? Kayaknya ini bakal susah banget!" kata Dinda panik.
Alya tersenyum kecil. "Aku sudah belajar semalam. Semoga saja bisa mengerjakan dengan baik."
Dinda menghela napas. "Duh, enak banget jadi kamu. Pinter, rajin, selalu menang lomba. Orang tuamu pasti bangga banget, ya!"
Ucapan itu membuat senyum Alya menegang. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya? Bahwa tidak peduli berapa banyak piala yang ia menangkan, orang tuanya tidak pernah benar-benar peduli?
Alya hanya tertawa kecil. "Iya, semoga saja."
Gmn kelanjutan nya? Langsung baca aj yaa
See you, semoga suka sama ceritanya >_-
Dilarang keras plagiat karya gw⚠️