Story cover for Alister by sovii_
Alister
  • WpView
    LETTURE 20,386
  • WpVote
    Voti 534
  • WpPart
    Parti 64
  • WpView
    LETTURE 20,386
  • WpVote
    Voti 534
  • WpPart
    Parti 64
Completa, pubblicata il gen 05, 2024
Kisah dimana sebuah nama yang selalu tersemat di hati seseorang yang bahkan raga dan hatinya tidak bisa untuk digapai. 

Dia adalah Nara marella jovanka, Gadis dengan sejuta kisah yang ia jalani bersama dengan sosok alister. Sang kekasih yang tak pernah bisa ia rasakan kehadirannya karena sesungguhnya Alister bukanlah untuk dirinya. Tapi melainkan Alister hanyalah milik alisha seorang. Dan seharusnya ia tau itu...

" Alister, kamu bakalan tetap disini kan ?" 

" Gue bakalan selalu ada disamping Lo Nara "

" Tapi kenapa kamu selalu ga ada disaat aku butuh kamu ?" 

" Karena alisha lebih butuh gue Ra "













Cover by canva
Tutti i diritti riservati
Tabella dei contenuti
Iscriviti per aggiungere Alister alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
#88alister
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Tenang bertemu Riuh di Aleaputt11
56 parti In corso
Aqeela Aza Callista dan Harry Vaughan pertama kali bertemu saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Aqeela yang ceria dan penuh semangat tengah berlibur di Bali bersama orang tuanya, dan tanpa sengaja mereka menginap di villa milik keluarga Harry. Di sana, Aqeela kecil menyapa seorang anak laki-laki yang pendiam dan pemalu-Harry. Sejak pertemuan singkat itu, setiap kali keluarga Aqeela berlibur ke Bali, mereka selalu kembali menginap di villa yang sama. Diam-diam, Harry tumbuh dengan menyimpan perasaan yang semakin dalam kepada Aqeela. Baginya, Aqeela adalah warna dalam hidupnya yang sunyi-riuh yang datang dalam tenangnya. Saat memasuki kelas 10 SMA, Harry dan keluarganya pindah ke Jakarta. Ia melanjutkan sekolah di SMA Cipta Mandiri, menjalani hari-harinya seperti biasa-tenang, tertutup, dan nyaris tak terlihat. Dua tahun berlalu, dan di awal tahun ajaran barunya sebagai siswa kelas 12, dunia Harry kembali berubah. Aqeela hadir sebagai murid baru di sekolahnya. Harry tak pernah menyangka akan bertemu gadis itu lagi. Gadis yang menghidupkan warna dalam sunyinya. Namun dunia Aqeela tak lagi sederhana-ia pernah menjalin hubungan selama tiga tahun dengan Fattah, lalu sempat dekat dengan Mohan. Dua kisah yang berakhir menggantung dan membuat Aqeela lebih hati-hati membuka ruang. Di sinilah, tanpa tergesa, Harry mulai melangkah. Mereka mulai dekat. Saling sapa. Saling mengerti. Satu tenang, satu riuh. Tapi dalam cara yang tak terduga, mereka saling menyeimbangkan.
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 9
Tenang bertemu Riuh cover
Kaila's Choice: Stay Or Move On? cover
Hujan dalam Pandanganku cover
Alisya cover
Diam Diam Nikah cover
For You, Only You Always cover
Cahaya Rona Bianglala cover
Cinta yang Tak Akan Terpisahkan cover
Belva Sena [END] cover

Tenang bertemu Riuh

56 parti In corso

Aqeela Aza Callista dan Harry Vaughan pertama kali bertemu saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Aqeela yang ceria dan penuh semangat tengah berlibur di Bali bersama orang tuanya, dan tanpa sengaja mereka menginap di villa milik keluarga Harry. Di sana, Aqeela kecil menyapa seorang anak laki-laki yang pendiam dan pemalu-Harry. Sejak pertemuan singkat itu, setiap kali keluarga Aqeela berlibur ke Bali, mereka selalu kembali menginap di villa yang sama. Diam-diam, Harry tumbuh dengan menyimpan perasaan yang semakin dalam kepada Aqeela. Baginya, Aqeela adalah warna dalam hidupnya yang sunyi-riuh yang datang dalam tenangnya. Saat memasuki kelas 10 SMA, Harry dan keluarganya pindah ke Jakarta. Ia melanjutkan sekolah di SMA Cipta Mandiri, menjalani hari-harinya seperti biasa-tenang, tertutup, dan nyaris tak terlihat. Dua tahun berlalu, dan di awal tahun ajaran barunya sebagai siswa kelas 12, dunia Harry kembali berubah. Aqeela hadir sebagai murid baru di sekolahnya. Harry tak pernah menyangka akan bertemu gadis itu lagi. Gadis yang menghidupkan warna dalam sunyinya. Namun dunia Aqeela tak lagi sederhana-ia pernah menjalin hubungan selama tiga tahun dengan Fattah, lalu sempat dekat dengan Mohan. Dua kisah yang berakhir menggantung dan membuat Aqeela lebih hati-hati membuka ruang. Di sinilah, tanpa tergesa, Harry mulai melangkah. Mereka mulai dekat. Saling sapa. Saling mengerti. Satu tenang, satu riuh. Tapi dalam cara yang tak terduga, mereka saling menyeimbangkan.