Hirap Buana

Hirap Buana

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 9, 2024
"Jadi nih yah, di Hotel Yogyakarta yang mau kita tempati pernah ada kasus orang hilang selama sehari dan sampai sekarang belum ketemu. Katanya sih orang itu terjebak di Hirap Buana!" Bisik Nirmala misterius, "Astaga Nir, zaman sekarang masih percaya begituan? Dari kapan tuh orang hilang?" ujar Drestha penasaran, "Yee si anjir ujung-ujungnya kamu penasaran juga kan, pake ngejek lagi," sinis Nirmala. "Bacot ya anda, aku ga percaya ada apa tuh Hisab? Hinggap? Buna? Buaya? Aishhh itulah pokoknya, aku tanya tuh orang hilang dari kapan! Jawab doang susah bet dah!" sungut Drestha kesal, Nirmala menghela napas kesal mendengar ujaran sahabat yang sayangnya sedari kecil ini. "Faklah kataku mah, HIRAP BUANA YA ANJ-- stop jadi manula tampang remaja, pokoknya kejadiannya baru-baru ini kok, keknya seminggu yang lalu deh," jawab Nirmala sembari pose berpikir. ------------------------------------------------------- Latar tempat dan nama sepenuhnya fiksi, mohon maaf jika ada salah kata.
All Rights Reserved
#789
mistery
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • (Book 1) Gadis Yang Terlempar Ke Bhumi Javacekwara (END)
  • Behind the Chill of the Night Wind (HIATUS)
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • Lembah Arunika
  • my true love is different from the others
  •  a girl's secret
  • ABERTUYAMAK
  • KALINDRA
  • The Seekers of The Lost Hope | END

Kapan nikah??? Mungkin bagi Linda itu adalah pertanyaan tersulit di abad ini untuk dijawab selain pertanyaan dimana sebenarnya jasad I Gusti Ketut Jelantik dikebumikan. Kurangkah dia berikhtiar? Lalu apa namanya kegiatan blind date yang harus Linda lakoni setiap akhir pekan selama empat bulan, tentu atas prakarsa sang Mama tercinta. Apa juga salah Linda jika hingga saat ini tidak menemukan sosok pria dari pasangan Blind date yang cocok. Giliran Linda merasa cocok malah si pria yang merasa tidak cocok. Apalagi tidak jarang justru pria aneh yang ditemuinya. Walaupun memang kelakuan murid - muridnya jauh lebih aneh. "Mama nggak mau tahu, pokoknya kamu harus ketemu anak temen mama weekend ini. Nggak ada alasan, Titik!!!" "Please Mama, Linda capek, libur dulu deh dua Minggu yaa... yaa... pulang ke Bandung weekend itu bikin darah tinggi, macet parah Mama!" "No... No... No!!!" "Mama... Ah pusing... Linda mending kabur aja!!!" "Ide bagus itu, kalau bisa pergi ke tempat yang Mama nggak bisa hubungin kamu!!! Yang jauh biar kamu sekalian dipecat jadi ASN!" Percakapan antara aku dan Mama yang berjarak sekitar 152 km itu dalam sekejap berubah berjarak ratusan tahun. Aku akhirnya benar-benar berada di tempat yang tak akan terjangkau bahkan oleh Mama. Berada di kerajaan dengan catatan sejarah paling berdarah. Apakah aku telah dikutuk oleh ibuku seperti Malin kundang? Atau karena namaku MALINda Rengganis Puteri, jadi nasib kamipun sama? "MAMA... LINDA MAU PULANG!!!" PERHATIAN!!! Jangan terlalu mempercayai apa yang anda baca. Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada beberapa kesamaan nama, tokoh, karakter, tempat, waktu dan peristiwa berarti sebagian cerita diangkat dari kisah nyata dalam sejarah.Tidak ada kesengajaan untuk membuat kontroversi tetapi hanya bermaksud sebagai hiburan semata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines