Na-update namin ang aming Mga Alituntunin sa Nilalaman.
Suriin ang pinakabagong mga alituntunin para patuloy na makapagbahagi ng mga kuwento nang ligtas.
Matuto pa
Hirap Buana

Hirap Buana

  • WpView
    MGA BUMASA 2
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Jan 9, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Jadi nih yah, di Hotel Yogyakarta yang mau kita tempati pernah ada kasus orang hilang selama sehari dan sampai sekarang belum ketemu. Katanya sih orang itu terjebak di Hirap Buana!" Bisik Nirmala misterius, "Astaga Nir, zaman sekarang masih percaya begituan? Dari kapan tuh orang hilang?" ujar Drestha penasaran, "Yee si anjir ujung-ujungnya kamu penasaran juga kan, pake ngejek lagi," sinis Nirmala. "Bacot ya anda, aku ga percaya ada apa tuh Hisab? Hinggap? Buna? Buaya? Aishhh itulah pokoknya, aku tanya tuh orang hilang dari kapan! Jawab doang susah bet dah!" sungut Drestha kesal, Nirmala menghela napas kesal mendengar ujaran sahabat yang sayangnya sedari kecil ini. "Faklah kataku mah, HIRAP BUANA YA ANJ-- stop jadi manula tampang remaja, pokoknya kejadiannya baru-baru ini kok, keknya seminggu yang lalu deh," jawab Nirmala sembari pose berpikir. ------------------------------------------------------- Latar tempat dan nama sepenuhnya fiksi, mohon maaf jika ada salah kata.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • ABERTUYAMAK
  • Jejak Dalam Diam [SELESAI✓]
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Behind the Chill of the Night Wind
  • The Seekers of The Lost Hope | END
  • Garis Singgung Dua Dimensi
  • Lembah Arunika
  • my true love is different from the others
  • Regards, Natashira (END)

Di negeri Bhituka yang kaya raya, ada sebuah pulau bernama Ewaban, tempat di mana senyum adalah segalanya. Namun, senyuman itu palsu. Rakyatnya hidup di bawah "Sistem Senyum" yang mencekik, sebuah ilusi kebahagiaan yang dibangun oleh penguasa tamak, Wirya Kiyatno, dan sekutunya Bardas, melalui proyek rahasia bernama "Karya Bayangan". Mereka mengeruk sumber daya, memanipulasi kebenaran, dan membungkam siapa pun yang menolak tunduk. Di tengah kekacauan ini, ada Dharma, seorang pemuda yang bergumul dengan sisi misterius dalam dirinya: dua jiwa dalam satu raga. Ia tak memahami bisikan-bisikan aneh dan gejolak emosi yang sering tak terkendali. Segalanya berubah saat pamannya, seorang guru yang jujur, menghilang di Lapastukar, penampungan rahasia bagi mereka yang menentang "sistem senyum." Bersama teman-temannya yang setia - Subur yang observatif, Bulan yang tenang namun terpukul, Jadja si ahli bangunan berprinsip, Menik yang ceplas-ceplos, dan Sulad yang punya koneksi tak terduga - Dharma mulai menarik benang merah intrik ini. Mereka mendapat bantuan tak terduga dari mantan jurnalis paranoid Elia, pejuang spiritual Deji, dan pemimpin organisasi bayangan Yance yang punya sisi gelapnya sendiri. Namun, perjuangan mereka tidak mudah. Kekuasaan Wirya dan Bardas tak terbendung. Satu per satu, harapan mulai padam. Pengorbanan demi pengorbanan terjadi, nyawa-nyawa berjatuhan, bahkan pemimpin negeri, Dewa, harus tunduk dan dijebloskan ke penjara.Kini, di tengah kemenangan telak para penguasa kegelapan, Dharma adalah satu-satunya yang tersisa. Sendiri, namun dengan pemahaman baru tentang dirinya dan takdirnya. Bisakah ia menemukan jalan untuk menguasai kekuatan dalam dirinya? Akankah ia mampu membongkar "Karya Bayangan" dan mengembalikan kebenaran di negeri Bhituka yang kian kelam? Ikuti perjalanan Dharma dalam seri pertama ini, di mana kebenaran bukanlah hitam atau putih, dan perjuangan melawan ilusi baru saja dimulai. Perhatian ini hanya karya fiksi dan murni ide saya.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman