We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Estungkara

Estungkara

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 11, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Menjalani hidup yang penuh dengan tekanan, selalu menyalahkan dirinya atas semua yang telah terjadi dan menganggap dirinya beban bagi orang lain, serta menjadi harapan keluarga demi mengangkat derajat orangtuanya yang selalu direndahkan oleh orang lain. Bisakah Nona menghadapinya? Ditambah dengan hubungan asmara yang berantakan dan terjebak didalam hubungan yang toxic. Nona mengeryitkan dahinya, "Bisa lu tebak gak, visi misi gua hidup?" Nona menjeda perkataannya, lalu tangannya menginsyaratkan sesuatu sambil berbisik, "Membunuh atau Terbunuh." Bisakah Nona terlepas dari hubungan itu? Lalu akankah ada kebahagiaan ditengah keputus asaan yang Nona hadapi?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENDEKAP RINDU
  • My Second Life (Completed)
  • Dear Boss's Daughter
  • LARA
  • Sudut Luka Nazea
  • Noda dalam Cinta
  • twins girl psicopat and transmigration
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • Shattered Soul

Di tengah konflik antara keinginan orang tua dan hati nurani, Amanda, seorang mahasiswi yang penuh dengan ambisi dan cinta, menemukan dirinya terjebak dalam perjalanan yang tak terduga. Dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang mereka pilih untuknya, Amanda sudah memiliki hati yang terikat pada seseorang yang telah lama menjadi bagian dari hidupnya. Namun, dalam perjalanannya mencari jati diri dan memperjuangkan cintanya, Amanda harus menghadapi tekanan dari orang tua yang berharap agar ia mengikuti jalur yang telah mereka tentukan. Konflik batin pun tak terhindarkan ketika hati Amanda berseberangan dengan keinginan sang ayah yang keras kepala. Di tengah pergulatan antara cinta dan tanggung jawab, Amanda harus menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri untuk menghadapi segala rintangan yang menghadang. Dalam perjalanan ini, dia akan belajar tentang arti sejati dari kebahagiaan, kesetiaan, dan pengorbanan. Namun, di balik semua itu, pertanyaan besar terus menghantuinya: Akankah Amanda mampu mempertahankan cintanya dan menemukan kebahagiaannya sendiri, atau akankah ia tunduk pada tekanan orang tuanya dan merelakan hatinya untuk mengikuti jalan yang telah ditentukan untuknya? Hanya waktu yang akan menjawabnya. "Kamu jangan terlalu memanjakannya, lagian itu merupakan keputusan yang tepat untuk masa depan Amanda yang lebih baik," ibu Amanda tak habis pikir dengan suaminya. "Kau tega melihat putri mu terpaksa mencintai orang lain, apa yang kau pikirkan. Dulu kau sangat memanjakannya, bahkan tak ingin melihat dia menangis. Hanya karena dia tak sejalan arah dengan kemauanmu, lantas membuatmu terlalu dalam kecewa dengan dia? Ibu Amanda yang akhirnya tersulut emosi dengan cara suaminya. "Kau bahkan tak melihat secara dalam tatapan putri mu, yang begitu merindukan sikap hangat ayahnya. Ambisi mu membuat hatimu membeku," lanjut ibu Amanda meninggalkan ayah Amanda di ruang kerja di rumah mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines