Good For Us

Good For Us

  • WpView
    LECTURAS 23
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ene 14, 2024
"Bukan kah kita sudah berjanji akan bersama selamanya?" Tanya Liana dengan ekspresi wajah yang tampak bingung ketika sahabatnya mengatakan satu kalimat yang membuatnya tertegun hingga kecewa "Itu hanya omongan masa kecil Na." Jawab Jeon dengan tatapan lurus ke wajah liana tanpa ekspresi apapun "Kau benar..." Liana menghela nafas lalu dia pergi dari hadapan Jeon dan meninggalkan pria itu sendirian.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Hingga Tak Ada Lagi Luka
  • My sunshine or my love
  • Love's Serendipity
  • [✔️] Magnet || Eunsang - Wonyoung
  • Namjoon and I ✅
  • Unforgettable (𝐄𝐍𝐃)
  • [COMPLETE] The bad guy | JOYKOOK
  • Something Between
  • MAFIA THE UNDERWORLD X GADIS POLOS (TAMAT)
  • Enchanteur

Hingga Tak Ada Lagi Luka Jungkook tumbuh dengan luka-luka yang tak terlihat-bukan hanya di kulitnya, tapi jauh lebih dalam, menyesakkan hingga ke relung jiwanya. Senyumnya terlalu lebar untuk menjadi nyata, tawanya terdengar seperti pelarian. Ia menyimpan rahasia yang tak seorang pun tahu, seakan dunia ini terlalu kejam untuk memberinya ruang bernapas. Taehyung tidak pernah berniat ikut campur. Awalnya, ia hanya melihat Jungkook sebagai anak yang keras kepala, penuh misteri, dan sulit didekati. Tapi semakin ia memperhatikan, semakin sulit baginya untuk berpaling. Ada sesuatu di balik mata gelap itu-sesuatu yang berteriak minta pertolongan meski bibirnya selalu mengatakan "Aku baik-baik saja." Ketika kebenaran mulai terungkap, Taehyung dihadapkan pada pilihan: mundur dan membiarkan Jungkook menghadapi semuanya sendiri, atau bertahan, meskipun itu berarti menyeret dirinya ke dalam kegelapan yang lebih dalam dari yang ia bayangkan. Namun, seberapa jauh seseorang bisa bertahan sebelum akhirnya menyerah? Seberapa banyak luka yang bisa mereka tanggung sebelum semuanya runtuh-hingga tak ada lagi yang tersisa? Tapi mereka tahu satu hal: mereka tidak akan membiarkan luka-luka itu menang. Bersama, mereka berjanji akan bertahan. Bukan hanya untuk satu sama lain, tapi juga untuk diri mereka sendiri. Karena kali ini, mereka tidak akan berjalan sendirian. - BROTHERSHIP YE BUKAN BL! Don't copy my story.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido