Unspoken Longings

Unspoken Longings

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 7, 2024
Semuanya berawal dari harapan. Ketika aku terlalu berharap tentang perasaan, cinta dan kehidupan yang justru membuatku jatuh terlalu dalam. Hakikat kebahagiaan yang sejak dulu menjadi impian kini berakhir menjadi angan. Kisah yang tak mampu menyampaikan sebait pun doaku pada sang pencipta. Namun, bukti adanya dirimu menjadi jawaban di balik duka-duka yang ku terima. Keindahan terbitnya fajar yang menyingsingkan senyuman juga keelokan senja yang meredupkan sore hari menjadi topik yang akan selalu kuingat, bahkan jika bisa akan ku genggam. Memori itu beriringan dengan indahnya ukiran senyum di wajahmu, juga suara lembut yang terucap dari bibirmu. Sekarang aku terdiam. Bisakah kisah-kisah menyenangkan itu kita ciptakan kembali? Bisakah aku menjadi bagian dari hatimu lagi? Bisakah aku melihat tatapan tulus saat kau bercerita di sore hari? Aku ... Aku ingin melihatnya lagi. -Bening Grahita
All Rights Reserved
#407
relationship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The CHOICE
  • Another Time
  • Printemps
  • "THE KING"_(ongoing)
  • "So She Would Live" (The End)✓✓
  • The Kidnapper
  • You are in my past and my future [END]

~Melihatnya tersenyum adalah kebahagiaanmu. Tapi, apa senyuman itu masih berlaku jika ternyata dia hidup dalam ketidaktahuan? Apa kau akan mengatakan Yang sebenarnya? Sedangkan jika dia mengetahui segalanya, kau takut akan kehilangannya lagi~ ~Bukankah kita bersaudara? Kau pernah bilang bahwa tidak Ada rahasia dalam keluarga. Aku sudah berjanji tidak akan meninggalkanmu. Bisakah kau sepenuhnya percaya padaku? Apa Karena Aku Sudah terlalu banyak membohongimu?~ ~Bisakah kau hanya percaya pada kami saja? Tidak peduli itu benar atau tidak. Bukankah itu Hal Yang sangat mudah? Kau sudah melakukan itu sejak kau lahir. Jadi, tetaplah seperti itu. Jangan pernah berubah~ ~Jujurlah! Katakan sakit jika itu sakit. Jangan menanggungnya sendirian. beban itu terlalu berat untuk kau pikul sendirian. Setidaknya beri Aku kesempatan untuk memperbaikinya. Apa permintaanku ini terlalu sulit? Jika iya, katakan iya! Itu akan membuatku merasa lebih baik~

More details
WpActionLinkContent Guidelines