We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ku rindu surgaku

Ku rindu surgaku

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 24, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
β–‘ Φͺ ׁ π‡π„π˜ π˜πŽπ” ! 𝐑𝐄𝐀𝐃 π“π‡πˆπ’ ! , ⊹ ׁ έ‚ β–¬Χ„ β–­Χ… β–¬Χ„ β–­Χ… β–¬Χ„ β–­Χ… β–¬Χ„ β–­Χ… β–¬Χ„ β–­Χ… 𝗰ꫀ𝗿iπ˜π“Ÿΰ»‹ ini 𝗱i bΟ…π“Ÿπ˜ α₯‰emπ“Ÿtπ“Ÿΰ»‹ mπ“Ÿtπ“Ÿ Ο…nπ˜Ο…k mκ«€nπ“Ÿmbπ“Ÿΰ»‹ΦΈh ilmΟ… π—±π“Ÿn mκ«€nκ«€mπ“Ÿni hπ“Ÿπ—Ώi hπ“Ÿπ—Ώi π—Έκ―­π“Ÿΰ»‹ΦΈliπ“Ÿn. !! ⏃ -β˜…- "Saya tidak mencintai mu Umar, saya benci kamu." Umar terdiam, hanya bisa menahan air mata yang akan berjatuhan. "Tak apa Maryam, kamu terlalu sempurna untuk diriku yang tak punya apa apa." Maryam mengelakkan wajah nya. Ia menjauh, meninggalkan sang suami. Dan menuju ruang tamu dengan langkah cepat untuk menemui Abi. "kenapa abi nikahkan aku dengan seorang yang tidak bisa melihat? melihat saja tidak bisa, apalagi mengarahkan jalan Maryam untuk menuju surga, bi." "Astagfirullah Maryam, cukup" Ucap abi tegas. Tanpa mereka berdua sadari, Umar tepat ada di depan pintu kamar. Yang sudah pasti mendengar teriakkan Maryam tadi. -β˜…- ΰ»“α¦’κ¬»π˜ pl⍺ᧇi⍺𝘁 !(γƒŽο½€Π”')γƒŽε½‘β”»β”β”» γ€ˆ β™β™β˜β˜β˜β™β™β˜β˜β˜β™β™β˜β˜β˜β™β™β˜β˜β˜β™β™β˜β˜β˜β˜β˜β˜β™β™β˜β˜β˜β™β™β˜β˜β˜β™β™β˜β˜β˜β™β™β˜β˜β˜β™β™β˜β˜β˜β™β™β˜β˜β˜ 〉
All Rights Reserved
#835
pesantren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ustadzah Assyifaβœ”οΈ
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • JODOH salah ngomong
  • So I Married My Crush (Curse!)
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Arista ( Tamat )

Jangan lupa follow sebelum baca..! Kisah seorang wanita yang begitu tegar menjalani ujian hidup yang mendera nya. Pernah mengecap manisnya pernikahan namun juga Pahitnya perceraian. Namun takdir Allah memang akan selalu berbuah manis bagi mereka hamba yang sabar. Karena pada akhirnya Dia akan di pertemukan dengan sosok Lelaki yang tepat. " Lalu bagaimana bisa Pernikahan di lanjut Jika mempelai Pria nya saja tidak ada..!" kata Pak Imron selaku ayah Syifa dengan gundah. Syifa hanya bisa meringis dalam pelukan Ibu nya. Sejak awal dia memang punya firasat tidak enak tentang perjodohan ini. Dia memang Janda tapi bukan berarti bisa dipermainkan seenaknya. " Tunggu dulu Pak Imron..!" Sergah Bu Nyai sambil tersenyum jumawa. " Daripada di batalkan, bagaimana jika kita lanjutkan saja pernikahan ini dengan mempelai Pria lainnya.. Yang Insyaa Allah jauh lebih baik dari Pria itu.." Syifa membelalakan mata nya tak percaya dan merasa ini adalah sebuah lelucon ketika dia dinikahkan dengan seorang Lelaki yang pernah menjadi anak didik nya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines