DIARAFKY {On Going}

DIARAFKY {On Going}

  • WpView
    Leituras 90
  • WpVote
    Votos 25
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, abr 18, 2024
WpInfo
Ficção
Romance
⚠️Warning⚠️ di larang buat ngejiplak atau plagiat cerita ini karna ini sepenuhnya karya gue no tipu-tipu. ~Kutipan ceritanya~ "Caca~" panggil el dengan manja pada istri es nya ini. "Hm" balasnya berdehem kemudian menyingkirkan kepala el dari atas dadanya. Posisinya mereka sedang berbaring di atas kasur di dalam kamar. "Cacaa~" panggilnya lagi kemudian meletakkan kepalanya di atas dada diara yang asik dengan bukunya dan mendusel di sana. "Empuk" gumamnya sedetik kemudian sebuah tampolan mendarat dengan mulus di kepala cowo itu. "Atit" balas cowo itu mengadah menatap diara. "Salah sendiri" balas diara datar fokus dengan bacaannya. "Caca, haus" adunya kepada diara. "Minum" balasnya kembali fokus "Nenen" balas rafky menatap istrinya dalam. <§~~§> Yokkk bacaaaa Babayyyy
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Black Code (Lima)
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • SYAKARA
  • (ADC) Antariksa's Detective Club 1.0 -New Member?「Completed √」
  • Cerita Kami (Satu)
  • Aku Ingin Bercerita
  • Misi Pelengkap (Tiga)
  • LOVE in SILENCE
  • Teman Lama (Empat)

~lanjutan cerita ~TEMAN LAMA ~ "Jadi mereka tetap mati walaupun aku sudah bersusah payah menyelamatkan mereka" ucap Aqilla seraya menyilangkan kakinya dan mengankat tangan kanan untuk menopang dagu "ini bisa jadi masalah besar" Aqilla menatap intens siluet pelaku yang tertangkap kamera cctv tanpa dia sadari rupanya makan malam telah siap dan Haris berteriak memanggilnya dari dapur, Aqilla langsung mematikan tv dan bergegas ke dapur bergabung bersama saudaranya untuk menyantap makan malam, Aqilla tersenyum saat melihat makanan di depannya ~ "semua teman mu sudah kakak hubungi, teman yang mana?" tanya pria berkacamata sambil menatap sinis adik perempuannya yang basah kuyup "amm..." Aqilla berusaha mencari jawaban yang tepat agar kakaknya tidak curiga, tapi sialnya otak dia tidak bekerja dengan benar yang membuatnya hanya diam, "kamu habis dari kafe kan" tuding pria yang awalnya duduk bersandar pada sofa kini menegakkan duduknya menambah kesan penuh karisma yang membuat Aqilla takut Faktanya dia memang dari kafe yang dimaksudkan oleh ke dua kakak laki-lakinya, tapi dia bukan sekedar pergi menghabiskan uang di sana, dia ikut kerja sambilan dan jam kerja yang di berikan pada anak SMP sepertinya adalah sore hari agar tidak mengganggu jam sekolah, awalnya dia tidak diizinkan bekerja karena belum cukup umur tapi karena dia terus datang dan berteman baik dengan semua pegawai serta bos kafe, Aqilla akhirnya terdaftar sebagai pelayan. ~ Dia merasa senang bisa mendapatkan keluarga baru seperti mereka, tapi semua tidak akan berlangsung lama jika rahasia Aqilla terbongkar tanpa dia sadari senyumannya telah sirna dan digantikan dengan wajah datar, Aqilla mengingatkan kepada dirinya sendiri untuk tidak terlalu dekat dengan keluarga yang telah mengadopsinya agar tidak terulang kembali kejadian dimasalalu yang menimpa orang-orang baik yang mengadopsi Aqilla sebelumnya, jadi dia harus memainkan perannya lebih bagus lagi agar atasannya tidak mengajukan protes.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo