Hafsa Khalisa (On Going)

Hafsa Khalisa (On Going)

  • WpView
    Leituras 639
  • WpVote
    Votos 225
  • WpPart
    Capítulos 11
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, jan 11, 2025
"Putri?. Kau putri dinasti Aziziyah?." Lelaki tadi bertanya tak menyangka. Sedangkan putri Hafsa hanya terdiam. Tak berniat menatap laki-laki tadi dan lebih melihat Sarah yang menatapnya dengan keterkejutan yang sama. "Kami rakyatmu tuan putri. Dia adikku." "Namaku Basrah. Kami berdua menyatakan berkhidmah padamu putri. Terimalah kami." ••• Mengisahkan seorang putri dinasti yang cerdas dan bijaksana. Seorang putri yang dididik oleh nasib, dan digugus oleh takdir. *PERHATIAN!!!* • Karangan ini bersifat fiksi, terinspirasi dari salah satu kisah sejarah • Terinspirasi dari sosok perempuan mengagumkan
Todos os Direitos Reservados
#476
populer
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • ASTAGHFIRULLAH, GUS AFZAL!
  • Takdir 7 Santriwati || On Going
  • Annam Al Abbiyan
  • Story Love  Of Aisyah Guz Adnan🍁 ( Slow update)
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • THE TRIO SHOLEH (END)
  • Andai Di Surga Ada Cinta

"Saya hanya gadis biasa yang gemar menulis, gus. Jadi, maaf jika saya hanya bisa mengabadikan sosok gus Afzal dalam sebuah tulisan." *** Nazillasya Az-Zahra. gadis biasa yang sangat suka dengan sastra. gadis dengan banyak rahasia dibalik senyumnya. salah satu cita-citanya adalah, menjadi penulis yang bisa mengabadikan banyak peristiwa dalam karyanya. menjadi seorang santriwati, tentu sedikit menganggu hobinya. namun, itu tidak menjadi alasan untuk Ia berhenti menulis. Athallah Afzal Al-Hafidz. putra sulung dari salah satu Kiyai besar pemilik Pondok Pesantren As-Syifa. lelaki bersifat dingin, cuek, dan tegas. seorang gus, yang diam-diam mengagumi salah satu santrinya. *** "Terimakasih sudah mengabadikan saya dan cinta saya, di sebuah karyamu, Nazilla."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo