Edelweis
  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 7, 2024
Seperti bunga Eldeweis ia mampu bertahan lebih lama daripada bunga lainnya. Entah sudah berapa banyak luka yang di tanggungnya dan nanti jika sudah waktunya pasti ia akan pergi. "Mampukah aku menjadi eldeweis yang jatuh di tanah lalu tumbuh kembali?, bukankah selalu ada lembaran baru di setiap cerita kehidupan? ".
All Rights Reserved
#185
rora
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KENAPA BUKAN KAMU YANG AKU TEMUI LEBIH DULU?
  • Flat Heart
  • This is my destiny
  • JEVIN AERA
  • Awan Abu-Abu [END]
  • Kali Kedua
  • Ketika Cinta Tak Lagi Gratis ❤️ ON GOING ❤️
  • Travelling Love [Selesai]
  • Exodus

Alya Rahma selalu percaya bahwa cinta tumbuh dari kenyamanan dan kesetiaan. Bersama Damar, tunangannya yang juga sahabat masa kecil, ia menjalani hidup yang tenang dan stabil. Namun, keyakinannya mulai goyah saat ia bertemu Revan Ardianta, seorang fotografer keliling yang datang ke kota kecil mereka untuk pameran seni. Revan, dengan pandangan hidup yang bebas dan penuh kekacauan, menyentuh jiwa Alya yang selama ini terasa kosong. Meskipun Alya sudah bertunangan dengan Damar, perasaan mereka semakin dalam saat sering berbagi cerita tentang hidup dan kehilangan. Dalam kebingungannya, Alya terjebak antara cinta yang tumbuh perlahan bersama Damar dan perasaan yang tiba-tiba membuncah dengan Revan. Namun, ia sadar bahwa hidup tidak sesederhana itu; mencintai seseorang tidak selalu berarti memilikinya. Akhirnya, Alya memilih untuk tidak merusak apa yang telah dibangun bersama Damar, meskipun ia tahu Revan telah mengubah dirinya selamanya. Beberapa tahun kemudian, Alya dan Damar menikah, sementara Revan kembali berkelana. Meskipun mereka tidak saling mencari lagi, ada satu nama yang selalu dikenang di hati mereka, sebagai bagian dari perjalanan hidup yang tak terlupakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines