Glimpse Of Us - Sequel Kosan Blok C

Glimpse Of Us - Sequel Kosan Blok C

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 5, 2025
WpInfo
Fanfic
Enhypen
Jakarta, kota yang tak pernah benar-benar tidur. Lampu-lampu gedungnya seakan tahu segalanya tentang seseorang yang masih berusaha melupakan, dan seseorang yang sudah lama pergi. Dulu, di sebuah kosan tua bernama Blok C, Fares dan Anjani menulis kisah sederhana yang tak pernah sempat berakhir dengan baik. Cinta mereka tumbuh di antara hujan sore, aroma mi instan, dan gitar yang dipetik pelan di halaman sempit itu. Namun waktu tak pernah bersahabat dengan yang mencinta terlalu lama. Anjani akhirnya memilih jalan yang berbeda-sebuah pernikahan yang tidak menyisakan ruang untuk kembali. Dan Fares, seperti biasa, hanya tertawa kecil sambil menatap langit Jakarta yang buram, seolah semua baik-baik saja. Kini, hidupnya berjalan lagi-tapi tidak pernah sama. Ada nama baru yang datang, tawa baru yang menenangkan, tapi di sela-sela sepi malam, ia tahu hatinya belum sepenuhnya pulih. Karena di antara ribuan wajah yang ia temui, bayangan Anjani selalu hadir sebagai potongan kecil masa lalu-sebuah glimpse of us yang masih menempel di benaknya. Ini bukan kisah tentang menunggu, melainkan tentang bagaimana seseorang bertahan hidup setelah kehilangan yang ia anggap segalanya. Tentang Jakarta yang ramai, tapi menyimpan satu hati yang sunyi.
All Rights Reserved
#5
onair
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines