RAJEVA & BANDUNG

RAJEVA & BANDUNG

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 11, 2024
Kisah tentang dua insan yang penuh duka. "Vin.. konon katanya, waktu bakalan sembuhin luka." Jeva bertanya sambil menatap lelaki disebelahnya. "Itu cuma bohong." Ucap Ravin, "Luka selalu ninggalin bekas yang tetep sakit, entah rasanya atau memorinya." "Kita cuma dituntut ikhlas, untuk disebut sembuh." Jeva terdiam, entah keberapa kalinya ia tenggelam dalam sorot mata lelaki itu. . . . Jangan membaca, kamu mungkin akan terluka karena kisah mereka juga. Tapi aku menjanjikan banyak cerita manis di dalamnya. @jianrfrd
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Past | Na Jaemin✅
  • Because I'm Stupid (End)
  • KITA DAN SEMESTA
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • A (Not) Perfect Life  [HIATUS]
  • DIVIDED LOVE
  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • Antara Dua Dunia

Follow sebelum baca oke? 🔞 BOYFRIENDS SERIES 01 "Kak Farrell! Kakak dari mana aja sih? Kok baru sampe? Sya sya udah nunggu dari jam 2 loh?" Aditsya dibalik kaca mata cewek itu menatap kesal Farrel yang baru saja tiba. Padahal mereka sudah berjanji untuk bertemu pukul 2 siang tapi cowok yang merupakan kakak kelas sekaligus pacarnya itu baru tiba sekarang saat matahari sudah mau tenggelam. "Maaf yah Sya. Tadi biasa main dulu sama Bianca dia ngajakin soalnya heh" cowok itu tertawa ringan tanpa sungkan berkata tentang alasan cowok itu yang telat. Aditsya mengulas senyum lebar, mungkin lebih lebar dari biasanya sengaja menutupi sakit yang baru saja cowok disampingnya itu berikan entah dengan sengaja atau tidak. "Kak kalo aku mau main sama kakak..." Farrel menoleh cepat, menatap Aditsya dengan berbinar. "Kakak, gak bakal main sama kak Bianca lagi?" Farrel mengangguk cepat. "Jelas dong Aditsya ku sayang, aku punya kamu kenapa harus main sama Bianca?" Dengan hembusan nafas pelan Aditsya meyakinkan diri untuk percaya pada apa yang Farrel katakan. "Oke" -----*----- "Ahk Ka! Pelahn ahh pelanh Ka!" Tanpa mau menggubris rintihan dari Aditsya. Farrell dengan kasar mendorong ereksinya kedalam lubang surga milik Aditsya yang sekarang berteriak keras saat keperawanannya dirobek kasar oleh Farrell. "Ahh Ka! Pelan pelan Ahh ahh!" "Enak kan Sya? Kamu bakal suka ini uhh" "Ahh kak, sakit pelanh ahh pelan ka!" -----*----- "Sya, Aku tau aku salah, aku tau aku udah nyakitin kamu tapi tolong sya. Aku mohon maafin aku... Aku rela sujud dikaki kamu kalo itu yang kamu mau. Tapi aku mohon sya, aku mohon maafin aku" Lagi Farrell memohon entah yang keberapa pada cewek yang sudah dia hancurkan dimasa lalu itu. "Maaf kamu bilang? Aku gak bakal mau maafin kamu sampe kapan pun! Mau kamu sujud di kaki aku bahkan mati demi dapatin maaf dari aku pun kamu gak bakal pernah dapet maaf dari aku!" Aditsya berlalu, meninggalkan Farrell dengan kebisuan cowok itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines