Sebatas Kata Yang Terputus

Sebatas Kata Yang Terputus

  • WpView
    Leituras 189
  • WpVote
    Votos 38
  • WpPart
    Capítulos 9
WpMetadataReadConcluída qua, mar 6, 2024
Pernah nggak sih ngalamin suatu keresahan, tapi gak bisa kita ucap melalui lisan? Jadi, sebagai gantinya kita hanya bisa menulis setiap kata per kata yang diubah menjadi kalimat sedemikian rupa, bisa jadi tersusun kalimat kesediahan, kekaguman, kecintaan kita dengan seseorang. Disini aku coba buat kalimat-kalimat itu menjadi untaian cerita dengan paragraf pendek, tentang runyamnya pikiran disaat orang-orang terlelap tidur bersama kelam, menjadikan bab demi bab yang entah sampai kapan selesai. Semoga banyaknya bab yang saya buat, ada yang nyangkut tentang perasaan kalian saat ini. Selamat Datang dan Selamat Membaca Jiwa-jiwa Yang Kuat. Jangan lupa untuk vote beri komentar, entah itu kritik ataupun saran penulis dengan senang hati menerimanya :)
Todos os Direitos Reservados
#605
sajak
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Mencintaimu Adalah Perang
  • Jiwa yang Sepi
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • Lembut Seperti Doa
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Sore, Senja, dan Hujan
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)

"Akan ada saatnya dimana kita bisa memilih dan sedia menerima pilihan. Sebab cita-cita cinta hanya bisa di usahakan, tanpa bisa di paksakan. Akan ada saatnya dimana aku kembali lagi bersama diriku sendiri. Sebab setelah jauh mengikuti langkahmu, aku sadar bahwa kita tak bisa di satukan. Karena disatukan hanya akan menambah kepedihan yang belum terasa. Dengan sederhana aku ingin memiliki kamu. Dengan sebongkah cinta yang padat, aku ingin meyakinkan kamu bahwa aku tidak main-main mencintaimu". Cerita yang aku tulis dengan bahasa puisi ini, kuperuntukkan untuk kita yang tengah berusaha, untuk kita yang tengah tersakiti, untuk kita yang tengah sulit melupakan, terjebak dalam kenangan dan untuk kita yang mencoba bisa menerima kenyataan. Tak ada kata lain selain berusaha, menerima, bersyukur dan mengikhlaskan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo