Rasa Dendam

Rasa Dendam

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 27, 2024
[UPDATE TAK TENTU] Pernahkah kalian merasa sakit hati pada seseorang? Pernahkah kalian merasakan amarah yang berkobar? Pernahkah kalian merasa dikhianati dan bersumpah tidak akan memaafkan seseorang? Pernahkah kalian merasakan gelora ingin membunuh seseorang? Pernahkah kalian merasakan rasa dendam yang membara? Rasa dendam. Berawal dari pengkhianatan. Tumbuh rasa sakit hati, kebencian, dan amarah. Kemudian timbul kesadaran tak ingin memaafkan pengkhianatan. Kebencian dan amarah itu kian membara hingga menumbuhkan bibit dendam di hati. Simaklah kisah-kisah para korban pengkhianatan ini. Apakah mereka akan tetap menumbuhkan dendam di hati? Ataukah mereka akan memaafkan dengan segenap hati? __________ Selamat datang di pusat konseling Conscientia. Kami berdua, Aldrian dan Ameera, siap mendengarkan keluh kesah yang akan kalian ungkapkan. Pendidikan, sahabat, percintaan, keluarga, ataupun karier. Ceritakan apapun dengan nyaman bersama kami. Jika kalian belum menemukan jawaban setelah pertemuan pertama kita, kembalilah lagi! Tertanda pemilik Conscientia.
All Rights Reserved
#700
balasdendam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lonely Lullaby
  • 💔How If, I Love You Too💙✓
  • Payback's Sweet
  • CINTA TOM & JERRY (REVISI)
  • The Devil Queen (END)
  • My Lalalalisa (REVISI)
  • CIRCLE [Revisi]
  • (Bukan) Ke Lain Hati ~ (TAMAT) ~ TERBIT E-BOOK
  • What's wrong with my life?

Cinta adalah kebencian dan Kebencian adalah Cinta. Lingkaran itu takkan pernah berhenti, bahkan ada yan bilang garis antara cinta dan benci sangat tipis bukan? Jadi ya, rasanya itu semua benar. " Apa kau mencintaiku?" "Ya tentu saja" "Sebesar apa rasa cintamu?" "Tak terukur. Ehm, mungkin sebesar Tuhan menginginkanmu untuk tetap hidup." Copyright © August, 2014 by Renee Miraille

More details
WpActionLinkContent Guidelines