Perjalanan Menuju Perdamaian

Perjalanan Menuju Perdamaian

  • WpView
    OKUNANLAR 26
  • WpVote
    Oylar 2
  • WpPart
    Bölümler 2
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cts, Şub 10, 2024
Seorang gadis yang sedang memetik beberapa bunga dan tanaman, gadis itu bernama Alieta. Dia ditemukan oleh 2 orang Laki-laki, mereka membawa senjata masing-masing Seseorang yang mengikatkan Pedang di pinggangnya yang bernama Liyan, dan seseorang yang membuat Tombaknya mengambang di punggungnya bernama Einil. Mereka berdua mengajak Alieta untuk masuk ke party mereka. Alieta yang terlihatnya seperti gadis lemah, apakah akan menyetujui permintaan dari kedua laki-laki itu? Atau dia hanya akan mengabaikannya?
Tüm hakları saklıdır
#172
fantasiremaja
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • eternal flower
  • Kekasih dari Musim yang Tak Kembali
  • The light of dandelion
  • Cemoro Geni [TAMAT]
  • The Shadow's Kiss [GL]
  • Craziness
  • CINTA DI BAWAH BINTANG ☆
  • 𝐇𝐞𝐥𝐥𝐨, 𝐰𝐞𝐥𝐜𝐨𝐦𝐞 𝐡𝐨𝐦𝐞
  • Lucifer of Mate
  • Hujan dalam Pandanganku

Azelia adalah seorang gadis yang begitu mencintai alam. Alam adalah tempat ia merasa hidup, tenang, dan bebas. Dari gemericik air sungai, desir angin hutan, hingga wangi bunga liar yang bermekaran-semuanya menjadi bagian dari jiwanya. Namun, di antara semua keindahan itu, hanya satu bunga yang selalu mengisi mimpinya: *Bunga Keabadian*. Bunga legendaris yang dipercaya hanya tumbuh di puncak Gunung Aeloria, tempat yang sunyi dan suci, jauh dari jangkauan manusia biasa. Konon, bunga itu tidak boleh dipetik. Sebab siapa pun yang mencoba membawa bunga keabadian dari tempat tumbuhnya, cinta yang ingin ia persembahkan justru akan layu dan hilang arah. Namun jika seseorang membawa orang yang dicintainya ke tempat di mana bunga itu tumbuh, maka cinta mereka akan bersemi abadi-seperti bunga itu sendiri, yang tak pernah gugur meski waktu berlalu. Azelia memimpikan seseorang yang kelak akan membawanya ke sana. Bukan untuk memberikan bunga itu kepadanya, tapi untuk *berjalan bersamanya*, berdiri di hadapan keajaiban alam, dan memaknai cinta dalam keheningan yang tak butuh kata.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi