Perjalanan Menuju Perdamaian

Perjalanan Menuju Perdamaian

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 10, 2024
Seorang gadis yang sedang memetik beberapa bunga dan tanaman, gadis itu bernama Alieta. Dia ditemukan oleh 2 orang Laki-laki, mereka membawa senjata masing-masing Seseorang yang mengikatkan Pedang di pinggangnya yang bernama Liyan, dan seseorang yang membuat Tombaknya mengambang di punggungnya bernama Einil. Mereka berdua mengajak Alieta untuk masuk ke party mereka. Alieta yang terlihatnya seperti gadis lemah, apakah akan menyetujui permintaan dari kedua laki-laki itu? Atau dia hanya akan mengabaikannya?
All Rights Reserved
#328
fantasiremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • eternal flower
  • Craziness
  • Kekasih dari Musim yang Tak Kembali
  • Legend of the Sun and Moon
  • The light of dandelion
  • 𝐇𝐞𝐥𝐥𝐨, 𝐰𝐞𝐥𝐜𝐨𝐦𝐞 𝐡𝐨𝐦𝐞
  • I'm the Antagonist's
  • The Shadow's Kiss [GL]
  • Queen of Emperor [OPEN P.O]
  • CINTA DI BAWAH BINTANG ☆

Azelia adalah seorang gadis yang begitu mencintai alam. Alam adalah tempat ia merasa hidup, tenang, dan bebas. Dari gemericik air sungai, desir angin hutan, hingga wangi bunga liar yang bermekaran-semuanya menjadi bagian dari jiwanya. Namun, di antara semua keindahan itu, hanya satu bunga yang selalu mengisi mimpinya: *Bunga Keabadian*. Bunga legendaris yang dipercaya hanya tumbuh di puncak Gunung Aeloria, tempat yang sunyi dan suci, jauh dari jangkauan manusia biasa. Konon, bunga itu tidak boleh dipetik. Sebab siapa pun yang mencoba membawa bunga keabadian dari tempat tumbuhnya, cinta yang ingin ia persembahkan justru akan layu dan hilang arah. Namun jika seseorang membawa orang yang dicintainya ke tempat di mana bunga itu tumbuh, maka cinta mereka akan bersemi abadi-seperti bunga itu sendiri, yang tak pernah gugur meski waktu berlalu. Azelia memimpikan seseorang yang kelak akan membawanya ke sana. Bukan untuk memberikan bunga itu kepadanya, tapi untuk *berjalan bersamanya*, berdiri di hadapan keajaiban alam, dan memaknai cinta dalam keheningan yang tak butuh kata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines