Story cover for Take A Break by annr_story
Take A Break
  • WpView
    Leituras 401
  • WpVote
    Votos 61
  • WpPart
    Capítulos 25
  • WpView
    Leituras 401
  • WpVote
    Votos 61
  • WpPart
    Capítulos 25
Em andamento, Primeira publicação em jan 10, 2024
Dia membelai rambutku perlahan, lembut, dan sangat menenangkan. Aku pun tersenyum meyakinkannya kalau aku akan baik-baik saja. Selalu akan begitu. Netra coklat tua itu menembus masuk jauh kedalam penglihatanku. Lekat, cukup lama sampai akhirnya aku merasakan sebuah dekapan yang sangat hangat nan tulus, yang dahulu sulit sekali ku dapat.

"I'm Here tha. Always for you "

"I want to break for a while " 

Air mataku sudah tak lagi terbendung, ia tak boleh melihatnya lagi. Sekarang semua terasa sudah mati, bukan hanya hati namun seluruh tubuh ini. Sisa tenaga yang biasanya kugunakan untuk tersenyum kini sudah tak lagi mampu. Sekarang perlahan dari ujung kaki aku merasa sesuatu yang sangat menyakitkan kemudian disusul kedinginan yang selama ini tak pernah aku rasakan. Mataku semakin memberat, tangan yang tadi ku ikut sertakan untuk memeluknya kini sudah terjatuh.

Terima kasih Daneer Abyan Earl.

-

"Jatuh cinta merupakan gerbang menuju patah hati yaitu perpisahan. Entah berpisah karena menemukan orang baru atau berpisah karena kematian. Tapi yang jelas, aku belum menemukan alasan mengapa aku harus jatuh cinta"

-Agatha


"Melankolis adalah sebutan kondisi untuk jiwa yang terperangkap dalam ruangan bernamakan masa lalu. Menjadikan kenangan sebagai seni bertahan hidup satu-satunya setelah kehancuran yang tak bertepi"

-Abyan
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Take A Break à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#446dream
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
STUCK, de mayfie
9 capítulos Concluída
Coba deh mukul kaca sampai pecah. Sakit? Jelas. Hancur? Iya. Bisa utuh seperti semula? Bisa, cuma engga akan sama kaya awal. Itu perumpamaan perasaan gue ke lu. -Fauziah Veronnisa >>>>> "Gue minta maaf,Zi." "Minta maaf atas dasar apa? Kalau lu minta maafa atas dasar kejadian 3tahun lalu. Sorry sorry aja nih, gue udah engga terlalu mikirin." Ucap Ziah sambil mengalihkan pandanganya kearah lain. "Gue tau gue telat, tapi tolong. Kasih gue kesempatan kedua buat memperbaiki semuanya. Toh, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua." Balas Tama sambil tersenyum. "Apa lu pantes gue kasih kesempatan kedua? Biarpun pantes tapi maaf. Hati gue udah bukan buat lu lagi." Ucap Ziah. "Gue tau kok lu udah jatuh ke hati Rama. Apa. Gue. Salah. Kalau. Gue. Memperjuangkan. Apa. Yang. Seharusnya. Gue. Perjuangkan?" Ucap Tama sambil menekan sebelas kata terakhir. "Terserah. Intinya kalau lu minta keadaan kaya dulu lagi, maaf gue engga bisa dan engga akan pernah bisa. Gue pergi, Rama udah nunggu gue daritadi." Ucap Ziah sambil pergi meninggalkan Tama sendiri. Tanpa mereka ketahui bahwa ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka berdua. "Kalau emang dihati lu masih ada Tama, kenapa lu harus nerima gue Zi? Apa gue harus ngelepas lu? Atau gue bertahan dan berjuang? Kalau gue berjuang dan bertahan, apa lu bakal pilih gue? Atau malah lu balik lagi ke masa lalu? Haha, miris banget kisah percintaan gue." Ucap Rama sambil pergi ninggalin tempat kejadian.
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
Inside You cover
APRIL cover
STUCK cover
The Forbidden Choice (END) cover
Buku Harian Dan Sebuah Musim cover
ALSTARAN [END] cover
Gupta cover
ROMANCE FROM HIGH SCHOOL cover
Nathalia cover

Inside You

41 capítulos Concluída

"Coba Atha tebak, apa yang jauh di mata tapi dekat di hati?" "Usus." "ATHAA!" ___ Begitulah Atha di mata Netha. Serius, dingin dan kaku. Jika Netha selalu mengejar Atha, maka Atha selalu mengejar uang. Jika Netha selalu mencintai kehadiran Atha, maka Atha selalu mencintai pelajaran hitung-hitungan. Jika Netha selalu berambisi mengejar untuk mendapatkan Atha, maka Atha selalu berambisi untuk mengejar cita-citanya. Netha dan Atha. Keduanya bagaikan langit dan bumi, Yin dan Yang serta air dan api. Sedikitpun tak ada celah bagi Netha untuk mendapatkan Atha dalam hidupnya, Atha yang selalu melihat ke depan, Atha yang selalu bergerak maju tanpa memerhatikan sekelilingnya membuat Netha harus mengejar sosok itu dengan cepat. Hingga pada akhirnya Netha berhasil menghadang jalan Atha, gadis itu menjulurkan tangan agar dapat berjalan bersama-sama namun ditepis dengan cepat oleh Atha. "Lo tahu? Rasa lo itu cuma sekedar ambisi buat ngedapatin gue. Gue enggak mau buang-buang waktu buat ngeladenin orang kayak lo." -Atha Adithya- "Kamu selalu jalan ke depan, natap ke depan, buru-buru tanpa mencoba menikmati setiap momen di samping kamu. Memangnya di depan ada apaan sih?" -Netha Fanindita-