Story cover for Salahkan Takdir by LalaRahma_201
Salahkan Takdir
  • WpView
    LECTURAS 411
  • WpVote
    Votos 25
  • WpPart
    Partes 8
  • WpView
    LECTURAS 411
  • WpVote
    Votos 25
  • WpPart
    Partes 8
Continúa, Has publicado ene 10, 2024
NB : DIBUTUHKAN TINGKAT PEMAHAMAN TINGGI

Naruto tau, bahkan sangat tau kalau dia harus menjadi tulang punggung bagi nenek dan adiknya. Selama dia tinggal bersama dengan sang nenek dia terus bekerja keras agar tidak merepotkan sang nenek serta membiayai pengobatan adiknya, Shion. 

Namun, bagai petir di siang bolong. Naruto harus menerima kenyataan bahwa neneknya meninggal dan adiknya kritis karena tabrakan. Sejak saat itu dalam pikirannya hanya bagaimana caranya menyembuhkan sang adik. 

Belum habis disitu, ada sepasang suami-istri yang mengaku sebagai orang tuanya. Meminta tolong untuk segera mendonorkan tulang sumsum belakangnya bagi sang kembaran. 

Hello! Naruto bahkan tidak kenal mereka, datang tak diundang main minta-minta aja. 

Bagaimana cara Naruto menolak? Apakah nyawa sang kembaran berhasil diselamatkan? Bagaimana dengan nyawa sang adik? 

Ikuti aja kalau gak suka tinggalkan. 
Naruto dkk hanya milik pencipta. Saya hanya pinjam karakternya. 
Ceritanya gak seperti di komik, saya gunakan imajinasi saya. So... 
Sekian Terima Gaji.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Salahkan Takdir a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#120sickmale
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Naruto : A Good Father de Lomon1998
29 partes Concluida
baca deskripsi sebelum mebaca, 13/15+ Area, naruxhina, naruxsasu, sasusaku "Tapi dokter saya tak punya banyak uang, jika harus melakukan operasi caesar," ungkap Naruto jujur. Kepalanya tertunduk dan kedua tangannya mencengkram kemeja kotak-kotak lengan pendek warna merah maroon, yang dikenakannya. "Maafkan saya, tapi hanya ini jalan satu-satunya," jawab dokter Kabuto prihatin dengan kondisi Naruto. Tapi dia hanya seorang dokter, merawat pasien, kalau soal biaya itu urusan administrasi. Jadi Kabuto tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong Naruto. "Baiklah dokter akan saya usahakan, dan terima kasih banyak," ujar Naruto mengangkat kepalanya, sehingga mereka saling bertatapan. Wajahnya terlihat berusaha untuk tersenyum. Membuat Kabuto cukup terkesan melihat ketegaran dari Namikaze Naruto. Naruto beranjak dari kursinya memohon pamit. Sekarang ia harus mencari cara untuk mendapatkan uang yang banyak, demi istri dan anaknya yang masih dalam kandungan. Mungkin dia bisa mendapatkan pinjaman dari tempatnya bekerja. Meski tidak yakin, karena ia baru saja meminjam uang untuk membayar sewa apartemen sederhana tempatnya tinggal. "Aku tidak peduli, aku akan membayar berapapun, asalkan aku tidak cerai dengan Sakura!" Tamu itu sepertinya begitu mencintai istrinya, sampai rela membohongi ayahnya sendiri. Naruto mencengkram erat-erat kemejanya. Ia beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri pengunjung tersebut. "Maaf, aku mendengar pembicaraan kalian, tapi aku bisa membantumu asalkan kau mau membayarku berapapun..." ujar Naruto yang akhirnya angkat bicara. Kening kedua pria itu berkerut dan lagi-lagi saling berpandangan. "Apa kau mau mencarikanku wanita yang pas untukku?" tanya pengunjung yang memiliki gaya rambut yang aneh. "Tidak aku bisa melahirkan anak untukmu..." ungkap Naruto wajahnya memerah, karena malu mengatakan hal ini. Model berambut seperti iklan sampo langsung tertawa terbahak-bahak mendengar. .
Naruto : Sasuke And Sakura Back To Past de Lomon1998
118 partes Concluida
Update Di Usahakan Setiap Hari Perang Ninja Hebat hampir berakhir. Hanya Tim 7 yang tersisa melawan Kaguya. Semua orang... Mati. Naruto mengorbankan dirinya untuk mengirim Sakura dan Sasuke ke masa lalu. Akankah mereka dapat memperbaiki cukup untuk menyelamatkan masa depan? Melangkahi tubuh lain, Sakura memaksa dirinya untuk tidak melihat ke bawah. Memaksa dirinya untuk mengalihkan pandangannya dari sekutu, salah satu dari ribuan yang mengotori medan perang. Mereka pantas mendapatkan pengakuan , bisiknya pada dirinya sendiri. Bagian kecil dari dirinya yang masih manusia. Sisanya tahu, tahu, bahwa jika dia membiarkan dirinya bahkan sesaat untuk mengakui yang jatuh, dia akan berantakan dan tidak pernah berhenti. Choji, Ino, Kiba, Kakashi, bahkan Shikamaru. Terutama Shikamaru memasok pikirannya yang pengkhianat dan dia memaksanya pergi. Dia tidak bisa memikirkan mereka, tentang dia, atau dia akan kehilangan dua rekan terakhir yang dia miliki. Menguatkan chakra yang tersisa, dia melihat ke depan hingga yang terakhir hidup. Timnya, anak buahnya. Dengan pengkhianatan, dia ingat kejutan rambut abu-abu dan putih, darah tumpah di bibirnya saat dia tersenyum padanya, sebagai sensei ... Tidak, dia tidak bisa memikirkan itu. Naruto dan Sasuke melibatkan Kaguya, dan Sakura dapat melihat Rasenshuriken dan Susanoo berperang dengan sang dewi. Mustahil untuk melihat siapa yang lebih unggul, jika ada yang lebih unggul lagi. Merasakan rasa sakit yang familiar yang berasal dari menggores bagian bawah cadangan chakramu, Sakura tetap mendorong dirinya ke depan, dia tidak bisa, dia tidak akan meninggalkan Naruto dan Sasuke sendirian, apa pun yang terjadi. Saat dia mendekat, dia bisa merasakan panas yang membakar yang berasal dari api Sasuke, dan untuk satu detik, Sakura membayangkan dia melihat Kaguya menerima pukulan, melihat rasa ngerinya karena terbakar dari bola api Uchiha, tapi kemudian seluruh dunia meledak menjadi putih.
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Naruto : A Good Father cover
YUKURA (END) ♡ cover
Mengulang Sejarah || END cover
Buying Love for Baby (COMPLETE) cover
Bear The Burden cover
the Obbsesion uchiha cover
selamat tinggal cover
RELAX cover
Naruto : Sasuke And Sakura Back To Past cover
Naruto : Never Enough cover

Naruto : A Good Father

29 partes Concluida

baca deskripsi sebelum mebaca, 13/15+ Area, naruxhina, naruxsasu, sasusaku "Tapi dokter saya tak punya banyak uang, jika harus melakukan operasi caesar," ungkap Naruto jujur. Kepalanya tertunduk dan kedua tangannya mencengkram kemeja kotak-kotak lengan pendek warna merah maroon, yang dikenakannya. "Maafkan saya, tapi hanya ini jalan satu-satunya," jawab dokter Kabuto prihatin dengan kondisi Naruto. Tapi dia hanya seorang dokter, merawat pasien, kalau soal biaya itu urusan administrasi. Jadi Kabuto tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong Naruto. "Baiklah dokter akan saya usahakan, dan terima kasih banyak," ujar Naruto mengangkat kepalanya, sehingga mereka saling bertatapan. Wajahnya terlihat berusaha untuk tersenyum. Membuat Kabuto cukup terkesan melihat ketegaran dari Namikaze Naruto. Naruto beranjak dari kursinya memohon pamit. Sekarang ia harus mencari cara untuk mendapatkan uang yang banyak, demi istri dan anaknya yang masih dalam kandungan. Mungkin dia bisa mendapatkan pinjaman dari tempatnya bekerja. Meski tidak yakin, karena ia baru saja meminjam uang untuk membayar sewa apartemen sederhana tempatnya tinggal. "Aku tidak peduli, aku akan membayar berapapun, asalkan aku tidak cerai dengan Sakura!" Tamu itu sepertinya begitu mencintai istrinya, sampai rela membohongi ayahnya sendiri. Naruto mencengkram erat-erat kemejanya. Ia beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri pengunjung tersebut. "Maaf, aku mendengar pembicaraan kalian, tapi aku bisa membantumu asalkan kau mau membayarku berapapun..." ujar Naruto yang akhirnya angkat bicara. Kening kedua pria itu berkerut dan lagi-lagi saling berpandangan. "Apa kau mau mencarikanku wanita yang pas untukku?" tanya pengunjung yang memiliki gaya rambut yang aneh. "Tidak aku bisa melahirkan anak untukmu..." ungkap Naruto wajahnya memerah, karena malu mengatakan hal ini. Model berambut seperti iklan sampo langsung tertawa terbahak-bahak mendengar. .