Akhir Untuk Ayyura

Akhir Untuk Ayyura

  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 5, 2024
Luka pada tubuh bisa sembuh, tetapi luka pada hati akan lama pergi. Ayyura beserta rumah yang selalu dihuninya. Rumah yang tidak pernah Ayyura anggap sebenar benarnya rumah, bangunan yang hanya menjadi tempat singgah tanpa arti. Bertahun tahun tumbuh tanpa merasakan kasih sayang dari orang yang tinggal bersamanya, kedua orang tuanya yang sama sekali tidak mengharapkan dirinya. Gadis dengan luka itu terus berusaha sembuh. Meski ia sendiri tidak tahu kapan dan apakah bisa? "Harus dengan cara apalagi, anak ini mencoba bertahan?" -Hanama Ayyura.
All Rights Reserved
#18
hurting
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aghida [ON GOING]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • About Naskala [on going]
  • Tikungunya
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Buah kebencian untuk ayah END (Versi revisi)
  • LUKA
  • Broken Home (Completed)
  • RAPUH!

Sebelum kalian menyelami luka dalam cerita ini tolong tinggalkan jejak. Jangan jadi bayangan yang membaca dalam diam. Satu vote, satu komentar, adalah bentuk kecil dari penghargaan yang besar. SELAMAT MEMBACA! ------------ "Setiap teori butuh bukti. Tapi bagaimana jika kenyataan justru memutarbalikkan segalanya?" Aghida hidup diantara luka masa lalu dan rahasia yang terkubur rapi-seperti partikel yang tampak stabil tapi rapuh di inti. Ia menyalurkan pikirannya ke dalam bintang kertas, seolah menulis persamaan yang hanya ia dan semesta yang tahu jawabannya. Namun, ketika paper star hitam muncul dengan perlahan, berisi pesan-pesan gelap yang seolah ditulis oleh dirinya sendiri, kestabilan itu mulai runtuh. Aghida bukan sekadar gadis biasa. Ia hidup di antara trauma masa lalu, algoritma yang tak sengaja ia pecahkan, dan sistem pendidikan yang menyimpan terlalu banyak celah. Di balik ekspresinya yang datar, ada observasi tajam dan ribuan hipotesis dalam diam. Tapi satu hal yang belum bisa ia pecahkan: Kenapa dirinya selalu jadi pusat luka, dan mengapa ada yang begitu tertarik membongkar luka itu? Dan ketika gerbang sistem sekolah mulai terbuka, semua rahasia yang tersembunyi pun tak lagi bisa dikendalikan. Termasuk miliknya sendiri. -------------------- selamat membaca! start : 20 februari 2025 end : ©all pictures by pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines