Tangled
  • WpView
    Reads 40,789
  • WpVote
    Votes 2,664
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 17, 2016
Sejak kecil aku selalu mengira bahwa, aku akan jatuh cinta pada seseorang yang lebih seperti diriku. Tak perlu yang tampan, hanya seseorang yang tangguh, spontan, hangat dan penuh dengan lelucon yang bisa membuatku tertawa terbahak. Sedangkan dia. Dia lelaki tampan, mapan, cerdas dan berkharisma. Dia jelas idaman semua wanita. Tapi dia. Dia lelaki dingin, kaku, ketus dan menyebalkan.Dia tak pernah pandai berkata-kata, karena itulah ia sering membuatku salah menafsirkan tindakannya. Tapi siapa sangka?. Aku menyukainya. Aku menyukai setiap permainan teka-teki atas tindakannya yang tak bisa diuraikan oleh kata. Aku menyukainya. Aku menyukai menebak-nebak arti dari perlakuannya. Aku menyukainya. Menyukai berada disisinya dan membuat lelaki es batu itu tertawa. Aku menyukainya. Menyukai setiap aspek pada dirinya yang selalu rumit dan tak terduga. Aku menyukainya. Menyukai memperjuangkannya dan kemudian menyadari bahwa aku, Aku mencintainya.
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
#996
teen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • About LOL (Losing Out Love)
  • Regrets of Love
  • VIOLETTA (Triangle Love)
  • Fall And Love
  • Stay With Me
  • Be My Light
  • MY LOVABLE CHEF! [ONGOING]
  • Love Hurts [End]
  • Two Love One The Heart [On Going]
  • And You

Ini kisahku... kau tahu? Cerita klasik dimana seorang gadis mencintai secara diam-diam, hingga akhirnya harus melupakan pun secara diam-diam. Tapi, mungkin kisah ini tidak sepenuhnya berakhir seperti itu. Ya, walaupun akhir seperti itu yang aku inginkan, mungkin akan jauh lebih baik bagiku. Ummm... mungkin Tuhan tidak tega membiarkanku terluka sendiri, atau mungkin seperti kata orang, 'Tuhan tahu segalanya dan hanya Dia yang berhak mengatur segalanya'. Baiklah... aku ralat. Aku tidak mau membuat tokoh utama pria di sini terlihat jahat karena membiarkanku bertahun-tahun bertahan dalam kisah 'gelar tak berbalas'. Mungkin, akulah si 'penjahat' di sini. Entahlah... dalam kisah cinta, kita tidak selalu bisa menentukan siapa yang menyakiti dan siapa yang tersakiti. Semuanya sama. Pada akhirnya, akan ada satu titik dimana cinta membuat kita egois. Mungkin ini klise, tapi bagiku makna 'cinta tak harus memiliki' merupakan makna tertinggi dari cinta itu sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines