Tangled
  • WpView
    Reads 40,796
  • WpVote
    Votes 2,664
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 17, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Sejak kecil aku selalu mengira bahwa, aku akan jatuh cinta pada seseorang yang lebih seperti diriku. Tak perlu yang tampan, hanya seseorang yang tangguh, spontan, hangat dan penuh dengan lelucon yang bisa membuatku tertawa terbahak. Sedangkan dia. Dia lelaki tampan, mapan, cerdas dan berkharisma. Dia jelas idaman semua wanita. Tapi dia. Dia lelaki dingin, kaku, ketus dan menyebalkan.Dia tak pernah pandai berkata-kata, karena itulah ia sering membuatku salah menafsirkan tindakannya. Tapi siapa sangka?. Aku menyukainya. Aku menyukai setiap permainan teka-teki atas tindakannya yang tak bisa diuraikan oleh kata. Aku menyukainya. Aku menyukai menebak-nebak arti dari perlakuannya. Aku menyukainya. Menyukai berada disisinya dan membuat lelaki es batu itu tertawa. Aku menyukainya. Menyukai setiap aspek pada dirinya yang selalu rumit dan tak terduga. Aku menyukainya. Menyukai memperjuangkannya dan kemudian menyadari bahwa aku, Aku mencintainya.
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
#137
lifestyle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maria Broken Heart To My Love(Slow Update)
  • Verronica (COMPLETED)
  • Letha
  • Two Love One The Heart [On Going]
  • VIOLETTA (Triangle Love)
  • All Falls Down [COMPLETED]
  • MY LOVABLE CHEF! [ONGOING]
  • About LOL (Losing Out Love)
  • My Enemy Ayna
  • And You

Mengapa? cinta datang jika hanya untuk menyakiti, lalu pergi dan meninggalkan luka yang sangat dalam di lubuk hati. Haruska aku egois demi cinta? Pantas kah? Aku mendapatkan dia yang nyaris sempurna, dengan seorang gadis nakal yang selalu bolos dan bobby dugem sepertiku. Jawabannya jelas tidak! Karena dia yang kucintai. Memilih pergi dan menikah dengan wanita lain, tanpa mau berjuang bersamaku. Dia menyakitiku bertubi- tubi. Dimana aku menyaksikan dirinya bersanding dengan wanita lain di atas pelaminan. Memang aku yang terlalu bodoh, karena menyimpan rasa cinta kepada kakak tiriku sendiri. Sudah pasti cinta ini berakhir sia- sia. Aku sudah cukup berjuang untuk meyakinkan dirinya bahwa aku sangat mencintainya. Tapi dia tetap memilih pergi. Saat itu hatiku sangat hancur membuatku nyaris gila dan putus asa! Akhirnya! Semua kenakalan yang tidak lagi kuperbuat selama mengenalnya, kini kembali kulakukan. Tiada lagi hari- hari indah yang kulalui semua terasa hampa. Di sekolah hukuman kembali menjadi candu bagiku. Sampai seseorang membuatku kembali bangkit dan membuat hidupkku kembali berwarna. Dia adalah......

More details
WpActionLinkContent Guidelines