Silver & Sugar

Silver & Sugar

  • WpView
    Reads 460,462
  • WpVote
    Votes 1,267
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 5, 2025
WpInfo
Fanfic
Romance
Erotica
Enemies to Lovers
Destined Love
Silver & Sugar Ada dua hal yang sulit di satukan, perak & gula. Perak itu mahal, makanya di simpan di brankas. Di balik kaca. Disentuh menggunakan sarung tangan agar tidak meninggalkan noda. Karena perak itu mahal, dan yang mahal, aturannya cuma satu: jangan sampai lecet. Gula itu manis, dia candu bukan karena berbahaya. Tapi karena sekali merasakan, semua rasa yang lain jadi hambar. Karena gula itu candu, dan yang candu, aturannya cuma satu: sekali coba, kamu bakal ketagihan. Dua hal yang seharusnya berbeda tempat, tapi malah di satukan dalam satu wadah yang sama. Keras bertemu halus. Dingin bertemu nakal. Yang mahal bertemu yang bikin candu. *** Silver & Sugar Rating Usia : [18+] Copyright © 2024 oleh nababynaaa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • Transmigrasi Jadi Istri Duda (End)
  • ANTAGONISTIC MOTHER ☑️(TRANSMIGRASI)REVISI
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • KAMU ITU CINTA (Tersedia Versi Cetak)
  • I love you, Mas Duda
  • MOM ALANA
  • Our Dream House (TAMAT)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

More details
WpActionLinkContent Guidelines