Silver & Sugar

Silver & Sugar

  • WpView
    Lecturas 460,512
  • WpVote
    Votos 1,267
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, ago 5, 2025
WpInfo
Fanfic
Romance
Erótica
Enemies to Lovers
Amor Destinado
Silver & Sugar Ada dua hal yang sulit di satukan, perak & gula. Perak itu mahal, makanya di simpan di brankas. Di balik kaca. Disentuh menggunakan sarung tangan agar tidak meninggalkan noda. Karena perak itu mahal, dan yang mahal, aturannya cuma satu: jangan sampai lecet. Gula itu manis, dia candu bukan karena berbahaya. Tapi karena sekali merasakan, semua rasa yang lain jadi hambar. Karena gula itu candu, dan yang candu, aturannya cuma satu: sekali coba, kamu bakal ketagihan. Dua hal yang seharusnya berbeda tempat, tapi malah di satukan dalam satu wadah yang sama. Keras bertemu halus. Dingin bertemu nakal. Yang mahal bertemu yang bikin candu. *** Silver & Sugar Rating Usia : [18+] Copyright © 2024 oleh nababynaaa
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Mendadak Mama (TERBIT)
  • I love you, Mas Duda
  • MOM ALANA
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • ARUNA [ BEST MAMA ]
  • PASSIVE VOICE (END)
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Menikahi Sahabat Ibuku

Marriage Life (18+) Nggak ada adegan "berbahaya", hanya saja ceritanya tentang kehidupan pernikahan. Kalian yang belum cukup umur mungkin akan pusing dan kurang paham. Itu saja. --------------------------------------------------- Ini kisah tentang Nara dan Fikar. Juga Lila. Cinta segitiga?! Emm... Baca sendiri aja ya :) *** "Saya baru 19 taun, Pak." "Saya juga baru 27 tahun." "Tapi saya masih muda banget." "Jadi maksud Mbak Nara saya sudah tua banget?" "Eh, y-ya nggak gitu juga sih, Pak." "Jangan panggil saya 'Pak', mungkin itu yang membuat saya terkesan tua di hadapan Mbak Nara." "Tapi Bapak kan dosen di kampus saya, masa iya saya panggil Mas?" "Apa salahnya?" "Emm, mungkin nanti saja, setelah kita menikah." "Alhamdulillah. Berarti Mbak Nara setuju menikah dengan saya ya." "Eh, lho kok?!...." *** Bagaimana jika kamu bertemu seorang gadis cilik berumur tiga tahun yang kemudian memelukmu dan memanggilmu "Mama"? Bagaimana pula jika kemudian papanya keluar lalu memintamu menjadi ibu untuk anaknya? Menikah? Dengan duda? Langsung jadi mama? Ah, cukup Nara saja yang mengalami kejadian seperti ini. Kalian jangan!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido