Story cover for Please, Comeback by AliciaManao
Please, Comeback
  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Jan 11, 2024
"Kamu jaga diri baik-baik ya!" ucap lelaki itu dengan suara parau nya, membuatku meneteskan air mata lebih banyak.

"A-aku nggak bisa terus ada di samping kamu." dia mengelus pipiku yang sudah basah tak karuan. Orang-orang di sekeliling kami hanya menatap dan ikut menangis.

"Jangan telat makan, jangan suka insecure karena kamu cantik." 

"Oh iya, satu lagi. Tolong maaf-in Mama kamu ya." 

Sudah, cukup. Itu semakin membuatku sakit. Dia pikir aku tidak bisa hidup tanpa nya. Tentu saja, Tidak!

Itu kata-kata terakhirnya buatku, tak lama setelah itu, dia menutup matanya dan tersenyum lalu bersautlah decit monitor CPU di samping pacarku tadi.

Aku meraung pasrah atas keputusan Tuhan, aku mengelus rambutnya dan berbisik di telinganya.
"Aku janji nurutin semua yang kamu bilang. Asal kamu juga janji, kamu selalu ada di hati aku."
All Rights Reserved
Sign up to add Please, Comeback to your library and receive updates
or
#755new
Content Guidelines
You may also like
Plot Twist - Hartono's Fam by Laraatmaaa
27 parts Ongoing Mature
Janda, bukan sembarang janda! Duda, bukan sembarang duda! Don't mess with us, or... ... Highlight! "Please let me go" Malik menatap Saralee yang sedari tadi menghindari tatapannya. "Don't leave me, please... kamu mau aku berlutut sampai bersujud, akan aku lakukan, just.. please don't leave me, I can't.. I can't live without you, honey please" "You think I am oke after that night? The nightmares always come to me, my body always shaking when I remember that night, what I supposed to do?" Akhirnya Saralee menatap Malik. "It's getting worse every single day, Mas" ucapnya dengan isak tangis. Malik terdiam melihat wanita di depannya hancur, dia mendekat hendak memeluknya. "Don't! Don't ever touch me!" "Honey, please.. beri aku kesempatan ya? Ini hanya kesalah pahaman" "Salah paham dari mana, Mas?" Teriak Saralee. "You always talk for me to letting you go, but what about letting go of the future? Our future? We planned so tightly, our future?" "Our future was gone when you got in touch with that woman, aku gak tahu kapan ini semua di mulai sampai kamu berani membawa wanita itu ke rumah kita! Ke kamar kita mas!" "Enough! I'm not in my best mental health right now. Life is so full of burdens and pressures that I no longer find my favorite things exciting. Lately, I haven't asked for much. I woke up every day wanting and hoping to be okay. So please let me go! If you still love me please let me go. Menikah sama kamu adalah sebuah kesalahan untukku, I just want to kill myself so I never felt this pain.. please Mas, Please let me go" Telak! Kalimat terakhir itu benar-benar membuat Malik hancur, dia tidak bisa melihat istrinya kesakitan seperti ini, jadi Malik memutuskan untuk merelakannya saja. "Oke.." Malik memejamkan matanya sambil memijat pelipisnya. ".. oke aku akan kabulkan mau kamu"
BarraKilla by novaadhita
64 parts Complete
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
Jejak wasiat kakakku by grace348469
22 parts Complete Mature
Namaku Alya. Dan aku tidak pernah menyangka bahwa langkah kakiku suatu hari akan menggantikan jejak perempuan paling kuat yang pernah aku kenal: kakakku, Alisa. Sudah hampir setahun aku tinggal di rumah besar bercat abu muda itu, rumah yang dulunya hanya aku singgahi saat libur semester atau ketika merindukan masakan kakakku. Tapi sejak Alisa divonis kanker paru-paru stadium lanjut, rumah itu menjadi dunia baruku. Aku memilih cuti kuliah, meninggalkan kosan kecilku di Jogja, dan kembali ke kota ini-demi merawatnya. Aku masih ingat hari ketika pertama kali datang kembali ke rumah itu. Anak-anak Alisa, Rani dan Dafa, langsung berlari memelukku. Rani sudah kelas dua SD, dan Dafa masih TK. Mereka belum tahu betapa besar badai yang sedang menunggu kami semua. Dan di tengah rumah itu, ada sosok pria yang paling jarang bicara: Rayhan. Suami Alisa. Kakak iparku. Ia selalu tenang. Terlalu tenang, bahkan saat Alisa harus masuk rumah sakit untuk ketiga kalinya bulan itu. Ekspresinya nyaris tidak berubah-datar, kaku, dan kadang membuatku bertanya-tanya apakah ia benar-benar mencintai kakakku atau hanya hidup berdampingan karena kebiasaan. "Mas Rayhan, teh hangatnya," kataku malam itu, sambil meletakkan cangkir di meja. Ia hanya menoleh sekilas. "Makasih." Lalu kembali tenggelam di balik layar laptopnya. Begitulah Rayhan. Ia tidak pernah kasar, tidak pernah marah, tidak pernah meninggikan suara. Tapi juga tidak pernah benar-benar hadir. Ia adalah tipe laki-laki yang, entah kenapa, membuat dada terasa sesak hanya karena terlalu hening. Sementara itu, kondisi Alisa kian memburuk. Berat badannya turun drastis, rambutnya mulai rontok karena kemoterapi, dan batuknya sering berdarah. Tapi ia tetap tersenyum. Tetap berusaha mencatat tugas-tugas sekolah Rani, tetap memeluk Dafa sebelum tidur. Suatu malam, saat aku menemaninya di kamar, Alisa mem
You may also like
Slide 1 of 8
Plot Twist - Hartono's Fam cover
MORALLESS cover
HEARTBREAKING (On Going) cover
Black Rose cover
BarraKilla cover
Backstreet: Life After Breaking Up cover
𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT] cover
Jejak wasiat kakakku cover

Plot Twist - Hartono's Fam

27 parts Ongoing Mature

Janda, bukan sembarang janda! Duda, bukan sembarang duda! Don't mess with us, or... ... Highlight! "Please let me go" Malik menatap Saralee yang sedari tadi menghindari tatapannya. "Don't leave me, please... kamu mau aku berlutut sampai bersujud, akan aku lakukan, just.. please don't leave me, I can't.. I can't live without you, honey please" "You think I am oke after that night? The nightmares always come to me, my body always shaking when I remember that night, what I supposed to do?" Akhirnya Saralee menatap Malik. "It's getting worse every single day, Mas" ucapnya dengan isak tangis. Malik terdiam melihat wanita di depannya hancur, dia mendekat hendak memeluknya. "Don't! Don't ever touch me!" "Honey, please.. beri aku kesempatan ya? Ini hanya kesalah pahaman" "Salah paham dari mana, Mas?" Teriak Saralee. "You always talk for me to letting you go, but what about letting go of the future? Our future? We planned so tightly, our future?" "Our future was gone when you got in touch with that woman, aku gak tahu kapan ini semua di mulai sampai kamu berani membawa wanita itu ke rumah kita! Ke kamar kita mas!" "Enough! I'm not in my best mental health right now. Life is so full of burdens and pressures that I no longer find my favorite things exciting. Lately, I haven't asked for much. I woke up every day wanting and hoping to be okay. So please let me go! If you still love me please let me go. Menikah sama kamu adalah sebuah kesalahan untukku, I just want to kill myself so I never felt this pain.. please Mas, Please let me go" Telak! Kalimat terakhir itu benar-benar membuat Malik hancur, dia tidak bisa melihat istrinya kesakitan seperti ini, jadi Malik memutuskan untuk merelakannya saja. "Oke.." Malik memejamkan matanya sambil memijat pelipisnya. ".. oke aku akan kabulkan mau kamu"