Please, Comeback

Please, Comeback

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 2, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Kamu jaga diri baik-baik ya!" ucap lelaki itu dengan suara parau nya, membuatku meneteskan air mata lebih banyak. "A-aku nggak bisa terus ada di samping kamu." dia mengelus pipiku yang sudah basah tak karuan. Orang-orang di sekeliling kami hanya menatap dan ikut menangis. "Jangan telat makan, jangan suka insecure karena kamu cantik." "Oh iya, satu lagi. Tolong maaf-in Mama kamu ya." Sudah, cukup. Itu semakin membuatku sakit. Dia pikir aku tidak bisa hidup tanpa nya. Tentu saja, Tidak! Itu kata-kata terakhirnya buatku, tak lama setelah itu, dia menutup matanya dan tersenyum lalu bersautlah decit monitor CPU di samping pacarku tadi. Aku meraung pasrah atas keputusan Tuhan, aku mengelus rambutnya dan berbisik di telinganya. "Aku janji nurutin semua yang kamu bilang. Asal kamu juga janji, kamu selalu ada di hati aku."
All Rights Reserved
#104
new
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Backstreet: Life After Breaking Up
  • Jejak wasiat kakakku
  • ALARA [SELESAI]
  • Waiting To Be Ended
  • Story Nisya
  • OUR PROMISE
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat

"Let's break up, Mas." Kepalanya yang tadinya menunduk, kini menatap lurus ke arahku dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca. Entah sedang menahan tangis atau menelan rasa penyesalan. "Mungkin Mas emang nggak selingkuh," aku menjeda kalimatku sebentar. "Atau lebih tepatnya belum sempat selingkuh karena terlanjur ketahuan." Dia berusaha menyanggah argumen yang aku berikan, tetapi urung melakukannya karena aku mengangkat tanganku untuk memintanya berhenti. "Tapi sayangnya keduanya gak ada bedanya, Mas." Mati-matian aku menahan air mata yang ingin keluar, tidak sudi untuk menunjukkan kesedihanku pada laki-laki yang terlampau baik ini. "Entah Mas melakukannya atas dasar kebaikan sesama manusia atau perasaan lain yang belum selesai, aku tetap tidak akan mentolerirnya." "Just because you love me, doesn't mean I feel loved by you." "Just because you want to be a good person, doesn't mean you can treat everyone the same." Aku mengambil napas dalam dan menghembuskannya perlahan. "Karena dalam prinsipku ada batas yang jelas antara pacar dan mantan pacar atau teman."

More details
WpActionLinkContent Guidelines