Gus Seleb

Gus Seleb

  • WpView
    Membaca 88
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Apr 19, 2024
Aku cemburu gus! Apabila banyak sepasang mata perempuan tengah memandangimu, tak banyak dari mereka pula berkhayal ingin memilikimu ah lebih tepatnya ingin dinikahi oleh mu! Lihat saja followersnya banyak sekali kaum hawanya! (Mumtaz dina) "Dek din, Bukankah sudah ku katakan berulang lagi, bahkan dari lubuk hatiku yang paling dalam, kamu tetaplah pemenangnya, jadi jangan ragukan mas ya! (Gus Syaqil) Akankah semua ini bisa dina atasi? Kecemburuan besar tengah merasukinya. Bahkan entah ia bisa bertahan atau tidak yang pasti kali ini dina tengah memuncak! Sedang gus Syaqil hanya tersenyum melihatnya! (Mari ikuti terus cerita gus, si centang biru, kisah ini masih sama, si penulis dengan tetap mempertahankan nuansa religi semoga bisa sedikit mengibati rindu kalian terhadap cerita-cerita novel ku yang lain ya) Selamat membaca!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#55
novelreligi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Hijrah Cinta Aisyah (Selesai)
  • CALISYAQIB (About a hope) (Hiatus)
  • Nasyazhar || My husband in this world and the hereafter (HIATUS)
  • [my wife is angel jannah.]
  • Menatap Untuk Menetap [END]
  • Ustadz Is My Husband
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Gus Adnan dan Istri Nakalnya
  • Kutemukan Cinta Di Tanah Suci

Kisah ini bercerita tentang sosok Aisyah. Gadis manis perpaduan Minang dan Sunda, beralis mata lentik, hidung mancung dan fisik yang sempurna. Tak muluk-muluk cita-citanya, ia ingin menikah. Pernikahan yang dinanti sudah benar-benar dekat, sayang takdir menginginkan lain. Ia gagal menikah tepat 3 minggu sebelum hari H. Allah menyayangi Aisyah, benar-benar sayang padanya. Allah tunjukan sifat asli calon suaminya yang sebelumnya ia anggap sempurna itu sebelum ijab sah. Aisyah kecewa, sedih dan marah. Ia menumpahkan air matanya memohon belas kasih Allah semata. Pertemuannya dengan seorang teman SD bisa dibilang adalah awal hijrahnya, meski bisa dibilang awalnya ia hijrah dengan niat yang salah, namus seiring berjalannya waktu Allah yang menuntun hatinya untuk kembali bersih. Aisyah selalu bersikap tegas terhadap laki-laki. Ia tak pernah mau hanya berduaan dengan mereka. Aisyah sadar bahwa sekuntum bunga mawar indah yang sedang merekah, setelah dipetik maka akan sangat cepat layunya. Dan setelah itu ia tak akan mungkin bisa kembali segar meski sudah disiram dengan air zam-zam sekalipun. ALLAH mengiriminya seorang lelaki baik, tanpa proses pacaran mereka akan menikah, tapi, keperawanannya tiba2 dipertanyakan. Akankah Aisyah mampu melewatkan semuanya? Silahkan dibaca, komentar membangun dari akhi wa ukhti fillah sangat dinanti

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan