Rayakan Luka Mu

Rayakan Luka Mu

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 22, 2024
Ternyata tidak semua tawa itu pertanda bahagia, ada yang berusaha menutupi luka dan ada yang berjuang mati-matian memeluk luka. Ini tentang orang yang tidak pernah di Rayakan dalam hal apapun, di paksa kuat tetapi tidak pernah di tanya, di suruh dewasa tetapi tidak pernah di ketahui sejauh mana ia berusaha menutupi luka agar tetap baik-baik saja.
All Rights Reserved
#9
wadpatt
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Rumah Tak Lagi Pulang [Selesai]
  • RUANG RAHASIA
  • tak dianggap keluarga
  • NESTAPA [On Going]
  • sang pemilik hati
  • AGATHA
  • SEBERANG
  • Lies of life
  • Happy Is Bulshit
  • broken heart (Kim Seokjin)

Cerita sudah selesai, masih lengkap. ❝Seperti harapan yang tak pernah usai, rindu selalu punya cara untuk membuat air mata terjatuh.❞ Bagi Rere, rumah bukan lagi tempat untuk pulang. Sejak kepergian Papahnya yang lebih memilih wanita lain ketimbang keluarganya, dan juga Tama, sahabat yang pernah menjadi dunianya-hidup terasa hampa dan sunyi. Hingga suatu hari, di tepi pantai yang selalu menenangkan hatinya, dia bertemu dengan Arkanta Sanjaya-pria asing yang perlahan membawa warna ke dalam dunianya yang gelap. Arkan hadir seperti angin laut, membawa ketenangan sekaligus kebingungan. Ada sesuatu yang terasa akrab dalam diri Rere, seolah ia pernah mengenalnya jauh sebelum pertemuan itu, dan semakin dalam Arkan mengenal Rere, semakin kuat perasaan asing yang menggelitik pikirannya. Lalu, ingatan itu datang. Sebuah mimpi yang pernah menghantuinya bertahun-tahun lalu-tentang seorang gadis tunanetra yang duduk di halte bus, menangis dalam keheningan. Apakah semesta telah menuliskan kisah mereka jauh sebelum mereka bertemu? Ataukah ini hanya permainan takdir yang tak bisa mereka hindari? Saat rumah tak lagi menjadi tempat untuk pulang, akankah hati mereka menemukan jalannya sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines