ALCALLA

ALCALLA

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 20, 2024
Hidup ini memang penuh tuntutan. Dipenuhi dengan banyak pilihan, sampai diri kita sendiri pun bingung ingin memilih yang mana. Berhati-hati dalam melangkah dan mengambil keputusan sudah menjadi pelajarannya sehari-hari. Ditengah-tengah hidupnya yang lagi capek-capeknya, ia malah dipertemukan dengan cowo tengil yang ternyata isi hidupnya sama seperti dirinya. Ga jauh-jauh dari tuntutan. Sikap tengilnya itu ternyata hanya sebuah topeng yang selalu dibuatnya jika diluar rumah. Rumah yang seharusnya menjadi tempatnya pulang dan beristirahat malah menjadi sumber dirinya lelah dengan kehidupan. "Ternyata rumah gue yang sesungguhnya itu lo. Harapan yang selalu gue tunggu dari Tuhan, itu lo" "Kita capek, tapi liat deh orang-orang yang selalu punya semangat buat hidup. Harusnya kita contoh mereka, kan?" °°° Start: 14-01-24 Finish:
All Rights Reserved
#245
sempurna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ini Aku, Erlang
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Be with you
  • Bound To Protect
  • ASMARALOKA || Love or Reality?
  • The First, Not the Last
  • When the Rain Stops Following Me
  • ALVIN (On Going)
  • ASKA

"Disini. Semua nya kosong Pa, Ma." Erlang menunjuk hatinya dan menatap Papa dan Mama nya bergantian. Keluarga bukanlah tempat yang hangat bagi Erlang. Seperti remaja yang lain, Erlang hanyalah anak yang masih belum terlalu paham akan dunia orang dewasa dan ia mempunyai masalahnya sendiri. Sebenarnya jauh di lubuk hatinya ia menginginkan keluarga, keluarga yang hangat. Tapi ia sadar bahwa orang tua nya hanya akan saling menyakiti, jika mereka tetap mempertahankan pernikahan ini dan Erlang sadar bahwa ia hidup di tengah keluarga yang retak. Namun, Erlang tetap ingin tinggal untuk setitik keajaiban yang mungkin muncul. 𝐖𝐞'𝐫𝐞 𝐫𝐮𝐧𝐧𝐢𝐧𝐠 𝐨𝐮𝐭 𝐨𝐟 𝐭𝐢𝐦𝐞 𝐚𝐧𝐝 𝐈'𝐯𝐞 𝐛𝐞𝐞𝐧 𝐟𝐨𝐨𝐥𝐞𝐝. 𝐁𝐮𝐭 𝐰𝐢𝐥𝐥 𝐢𝐭 𝐰𝐨𝐫𝐭𝐡 𝐭𝐡𝐞 𝐰𝐚𝐢𝐭? 𝐃𝐨𝐧'𝐭 𝐥𝐞𝐭 𝐠𝐨 𝐨𝐟 𝐦𝐲 𝐡𝐚𝐧𝐝, 𝐩𝐥𝐞𝐚𝐬𝐞. -𝐄𝐫𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐇𝐚𝐝𝐫𝐢𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐚𝐝𝐢𝐩𝐭𝐚- Erlang selalu takut kehilangan dan terjebak sendirian. Tapi saat badai silih berganti, akankah Erlang terus bertahan dan mengejar kebahagiaan yang selalu ia damba? 𝐒𝐭𝐚𝐫𝐭 𝟎𝟏 𝐀𝐩𝐫𝐢𝐥 𝟐𝟎𝟐𝟐 © 𝓝𝓸𝓿𝓮𝓵𝔂𝓷𝓜𝓲𝓰𝓷𝓸𝓷𝓮𝓽𝓽𝓮

More details
WpActionLinkContent Guidelines