Story cover for Just Step Brother by softboy_semesta
Just Step Brother
  • WpView
    Reads 2,865
  • WpVote
    Votes 244
  • WpPart
    Parts 35
  • WpView
    Reads 2,865
  • WpVote
    Votes 244
  • WpPart
    Parts 35
Ongoing, First published Jan 12, 2024
4 new parts
takdir, memang selalu berkata lain..

di saat cinta yang semakin hari semakin tumbuh dalam keduanya, justru semakin hari mereka hanya di tampar oleh sebuah kenyataan..

kenyataan yang tak pernah berpihak pada keduanya, 
kenyataan yang terdengar tak adil bagi keduanya.

⭐️ 

#1 on Bima
#1 on Candra
#1 on Dennis
#1 on Juan
#1 on Kino
#1 on Maya 
#1 on Vito
#1 on Wildan
#2 on Arkan
#2 on Bagas
#2 on Bima
#2 on Candra
#2 on Elang
#2 on Juan
#2 on Kino 
#2 on Maya
#2 on Vito
#2 on Wildan
#3 on Arga
#3 on Arkan
#3 on Bagas
#3 on Bima
#3 on Elang
#3 on Est
#3 on Juan
#3 on Kino
#3 on Wildan
#3 on william 
#3 on Maya
All Rights Reserved
Sign up to add Just Step Brother to your library and receive updates
or
#1william
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
NO WORRIES  cover
SAGARA :(He is my husband)  cover
Deep Love cover
THE ENIGMA AND HIS FATED ALPHA cover
Luna [End] cover
No Worries cover
BABY'S HOME || WILLEST cover
Silent Vows | Williamest  cover
Marry A Rich Man|WilliamEst✔  cover

NO WORRIES

41 parts Complete

Niran Changkam, bintang sepak bola muda yang kariernya tengah menanjak, hidup dalam sorotan publik bersama kekasihnya yang memesona, Kanya. Segalanya tampak sempurna - hingga satu benturan di lapangan mengubah segalanya. Cidera kepala membuat Niran kehilangan penglihatannya. Dunia yang dulu penuh cahaya kini berubah menjadi gelap, dan orang-orang yang dulu memujanya perlahan menjauh, termasuk Kanya yang tak sanggup menghadapi kenyataan itu. Satu-satunya orang yang tetap tinggal adalah Arthid, sahabatnya sejak kecil yang diam-diam selalu mencintainya. Di antara rasa bersalah, kehilangan, dan harapan, Arthid menjadi mata bagi Niran - menuntunnya melewati kegelapan, sedikit demi sedikit membuka jalan menuju cahaya baru yang tak lagi datang dari mata, tapi dari hati. Namun ketika peluang untuk melihat kembali datang, Niran dihadapkan pada pilihan: melihat dunia seperti dulu, atau tetap bersama seseorang yang membuatnya "melihat" tanpa mata.