Mengejar Kamu

Mengejar Kamu

  • WpView
    Reads 258
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 30, 2026
berawal dari Aleta yang terpesona melihat senyuman Arjuna. "kak, gue disuruh minta tanda tangan" ragu-ragu Aleta menyodorkan buku catatannya yang digunakan untuk mengumpulkan tandatangan kakak kelas tempat dia akan menimba ilmu sampai lulus SMA nanti. "oh iya boleh.. baru masuk yah ? semangat belajarnya yah.." kata Arjuna sambil menerima buku catatan Aleta dengan wajah yang ramah dan senyum yang membuat Aleta langsung jatuh sedalam-dalamnya terhadap pesona Arjuna. "ya Tuhan... tampannya manusia ciptaan mu ini..!!" teriak Aleta dalam hati. sejak saat itu, tiada hari tanpa Aleta mengejar Arjuna secara terang-terangan. bagaimana kebalnya wajah Aleta yang sudah bolak balik di tolak Arjuna namun dia tetap berusaha. Bahkan, ketika Arjuna sang jenius tampan bisa masuk ke universitas terbaikpun Aleta kejar. Meskipun butuh perjuangan panjang untuk mencapai universitas tersebut. apakah akhirnya Arjuna akan luluh pada Aleta yang pantang menyerah ?
All Rights Reserved
#51
mengejar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Menyimpan Rasa (END)
  • Namanya Intan (TAMAT)
  • Possesive Playboy
  • DI HARI KELULUSAN
  • Siapa DIA
  • Geo&Gia [END]

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

More details
WpActionLinkContent Guidelines