Langit Utara (Revisi)

Langit Utara (Revisi)

  • WpView
    Reads 254
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 29, 2024
"Akan kubiarkan kamu lepas bersama kenang masa lalu yang belum mampu kamu ikhlaskan, dan biarkan aku di sini bebas bersama angan mimpi yang jauh sebelum kamu hadir aku idamkan." - Utara Flowees. Cerita Nostalgia Utara, ketika dirinya beranjak dewasa mengingat masa-masa kemarin bertemu banyak orang hebat, terutama Deral Steev, motivasi favorit yang bisa mendorong Utara untuk berkembang dan bertumbuh lebih baik seperti sekarang ini. Setiap orang ada masa, setiap masa ada makna, dan setiap orang pasti tak hanya datang lalu pergi secara sia, ada maksud tertentu yang Tuhan selipkan dengan perantaranya untuk kita bisa bertumbuh. Apa hubungan Utara sama Deral, apakah akhirnya mereka benar-benar saling meninggalkan? Update tiap hari, kalau enggak ada kendala
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Side Effect: The Dilemma (END)
  • (Un) finished Business - END
  •  DISTANCE OF LONGING [ END ]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • SPJU {Sadar Penuh Juga Utuh}
  • ELBRASTA
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • STAY WITH PAST
  • ANTARA KITA

Pria itu menatapnya dengan tenang, "kamu ingat perjanjian terakhir kita?" Hanami mengerutkan keningnya, "perjanjian? Kontrak kerja?" dia bertanya heran. Rian berdecak pelan, dia kemudian membuang puntung rokoknya. "Ini sudah lebih dari lima tahun, Hanami." Katanya, "kita sama-sama belum menemukan seseorang, bukankah sesuai kesepakatan, kalo kita harus kembali?" Kini giliran Hanami yang berdecak, tidak menyangka kalau Rian masih mengingat kesepakatan konyol yang mereka buat beberapa tahun yang lalu. "Kesepakatan tidak tertulis yang dilakukan dua bocah, itu gak ada artinya, Pak Adrian," ucapnya, setengah mendengus. "Kamu percaya takdir?" tanyanya, menatap lurus ke arah depan. Yang bisa dilakukan Hanami hanya menghela napas, dia enggan membahas ini. Kesepakatan itu sudah ia lupakan sejak lama, kenapa pria ini tiba-tiba membahasnya. "Menikah sama saya, Hanami."

More details
WpActionLinkContent Guidelines