Fireworks and Hope

Fireworks and Hope

  • WpView
    Reads 272
  • WpVote
    Votes 69
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Wed, Jan 17, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
CERITA SINGKAT | END Gelapnya malam. Ramainya kembang. Di tengah hutan. Manusia bisa berharap, tetapi iblis bisa mencuri harapan mereka. Bersama harapan Kafiera dan Bonan dalam gemerlap letusan pertama kembang api. Iblis ikut menikmati. "Aku sedih karena punya orang tua, Fir." "Eh, kenapa sedih? Aku ingin orang tua tau." "Kalau begitu, orang tuaku buat kamu aja, Fir. Mau?" ======== Cerita ini diikusertakan dalam event Mistletoe: The Ends and The Beginnings bertemakan Natal dan Tahun Baru Fireworks and Hope Fantasy - General Fiction CERITA SEKALI DUDUK (2500 words) Seri Anak (Bukan Cerita Anak) Rating 16+ Β©2024 by kareypap
All Rights Reserved
#4
fireworks
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Midwest Princess
  • Jerat-Jerat yang Tersuar Belum Tentu Tersiar
  • Untuk Ayah
  • Endless Summer [TAHAP REVISI]
  • REINKARNASI (END)
  • sweet but fierce (REVISI)
  • Bersaing atau Bersama? Pilih Satu!
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • BROKENLIGHT [TAMAT]

"Dengarlah, anak-anak Crimson... tentang langit yang dulu bersinar, dan kini menangis darah. Pernah ada masa, jutaan tahun silam, saat sayap terang dan tanduk gelap bertarung di atas awan. Malaikat-pembawa harapan. Iblis-penggenggam kehancuran. Mereka menari di langit, mematahkan bintang-bintang, dan bumi menjadi panggung untuk dendam yang tak selesai. Gunung meledak, laut berubah bara, dan doa-doa jadi abu dalam perang yang tak berakhir. Tak ada pemenang, hanya dunia yang retak. Crimson-namanya lahir dari luka, warna tanahnya pun seperti hati yang pernah dicabik taring neraka. Kini... roh gentayangan mengeluh di lorong-lorong senyap, bayangan berjalan tanpa tubuh, dan sihir-ah, sihir kini lebih mirip kutukan daripada keajaiban. Tapi dengarlah baik-baik, di tengah reruntuhan dan langit yang patah, selalu ada satu cerita kecil yang berani menyalakan nyala- meski api itu kecil dan nakal, ia bisa jadi awal dari sesuatu yang lebih besar..." (Si penyair menutup matanya, tersenyum pelan. Dan angin Crimson kembali berbisik)

More details
WpActionLinkContent Guidelines