Story cover for ANDROMEDA  by Artalino_anantara
ANDROMEDA
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jan 14, 2024
Mature
Ia memeluk erat tubuh pria dewasa itu , ia menyeka air matanya yang sejak tadi sengaja ditahannya, perlahan ia meletakkan tubuh tak bernyawa itu .

Cahaya matanya memancarkan sinar mematikan, perlahan ia berdiri, menatap sosok tinggi di depannya, sosok yang dulu dia puja puja.

Andromeda mengangkat senjatanya, ia mengarahkan pistolnya ke arah laki-laki yang sangat ia cintai, " gua benci sama Lo !!! " .

Sedangkan laki-laki yang sedari tadi mematung di tempatnya, tak mampu berkata-kata lagi, sekujur tubuhnya kaku , tangannya penuh dengan darah , air matanya mengalir begitu saja.

Dor .....

Satu tembakan mendarat tepat di dadanya.

Ini kah akhirnya? Ini kah akhir dari semua ini ?
All Rights Reserved
Sign up to add ANDROMEDA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Lonceng Akhir yang Tak Pernah Berbunyi [TERBIT] cover
[TERBIT] High School of Mystery: Scarlet Case cover
HEI, MY BADBOY!! cover
Gadis Dandelion cover
I'm Sorry (Done) cover
Become an unknown extra character in the novel cover
Sunyi yang Menyatukan cover
Dinding Sunyi cover
12 Titik Balik (END) cover

Lonceng Akhir yang Tak Pernah Berbunyi [TERBIT]

22 parts Complete

Joevanny, Agnesta, Rei dan Indri, empat sahabat yang selalu menganggap sekolah hanya tempat menimba ilmu. Mereka tak pernah menyangka bahwa tempat dimana mereka belajar justru menyimpan teror mematikan. Guru-guru mulai bersikap aneh, memperingatkan mereka untuk berhenti "bermain-main." Lorong sekolah berubah jadi labirin penuh kegelapan dan teriakan bisu. Teror yang semakin nyata membuat semuanya kacau. Tak ada lagi jalan keluar, tak ada yang bisa dipercaya. Namun, di balik semua itu, ada rahasia gelap yang siap mengubah segalanya. Bisakah mereka keluar hidup-hidup? Atau selama ini, mereka hanyalah bagian dari permainan yang tak berujung? Ketika kepercayaan mulai runtuh, bisakah persahabatan mereka bertahan di tengah bayang-bayang kematian? Kini, hanya terdapat dua pilihan: melawan atau mati.