Secercah harapan (On Goin)

Secercah harapan (On Goin)

  • WpView
    LECTURES 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., mars 24, 2024
"Kamu harus selalu bahagia ya sa" ucapnya dengan sekuat tenaga. Air mata Rissa tidak lagi dapat terbendung, semuanya tumpah membasahi pipinya. Tak ada lagi suara yang bisa ia ucapakan dan hanya terdengar isak tangis yang menggema diruangan itu. /nittt........./ terdengar bunyi suara monitor detak jantung yang sudah menunjukkan tanda tak adanya kehidupan. "Nazelll, zellll" isak tangis itu berhenti dan berubah menjadi teriakan kesedihan, Rissa yang terus menggoyangkan tubuh sahabatnya untuk mencoba membangunkannya. "DOKTERR DOKTERRRRR TOLONG SAHABAT SAYA" teriakan menggema memanggil dan melawati lorong sunyi itu. Tak lama dokter dan perawat datang dan mulai menanganinya, alat pacu jantung dikeluarkan, dokter dan perawat berusaha melakukan tindakan yang bisa mereka lakukan. Namun takdir tetap pada jalannya, entah sebarapa banyak manusia mencoba menghalau, takdir tetap tidak akan mungkin bisa berubah.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Di Balik Nama Zella
  • Ketukan Takdir
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • ZAWIL
  • Aisyah(TAHAP REVISI)
  • MY LOVE STORY
  • My Childish Wife [TAMAT]
  • FLAMBOYAN
  • Sepasang Luka Merajut Asa [END]

Semua orang lihat gue sebagai sosok ceria, random, manja... tapi mereka nggak tahu betapa hancurnya gue di balik itu semua. Gue selalu menahan luka sendirian. Bukan karena nggak percaya sama orang lain, tapi karena gue nggak butuh dikasihani. Gue bisa berdiri sendiri. Rumah? Apa itu rumah? Gue bahkan nggak tahu di mana tempat gue seharusnya pulang. "Dunia emang nggak adil, ya? Gue harus ngerti semua orang, tapi nggak ada yang sadar kalau gue juga pengen dimengerti. Gue capek." Gue selalu takut ketawa terlalu puas... karena gue tahu, setelahnya pasti ada aja masalah yang bikin gue nangis lagi.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu