Rewrite The Dream

Rewrite The Dream

  • WpView
    Reads 281
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing50m
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 22, 2024
WpInfo
Fiction
Social Themes
[On Going] Diusianya yang baru genap 18 tahun, Hagita dihadapkan pada dua pilihan saat memilih jurusan dijenjang perguruan tinggi. Antara mengikuti kemauan sang Ibu pada jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, atau mengikuti kata hatinya untuk melanjutkan studi pada jurusan Hubungan Internasional yang sedari kecil sangat ia idam-idamkan. Bagi Hagita, hidupnya adalah miliknya sendiri. Walaupun Ibunya yang melahirkannya, tetap saja Hagita punya hak untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Ingin mengikuti kata hatinya, Hagita takut dianggap anak durhaka karena tidak mengikuti kemauan sang Ibu. Namun, jika mengikuti kemauan Ibu, dirinya takut tidak akan bisa menyelesaikan pendidikannya dengan baik karena tidak tertarik dengan jurusan itu. Selain itu, Hagita juga mengalami berbagai cobaan yang sangat mengguncang jiwanya. Hagita bingung, ia harus bagaimana? Akankah Hagita mengubur impiannya dalam-dalam dan menuruti kemauan Ibunya? Atau Hagita malah mengikuti kemauannya sendiri dan memprotes sang Ibu?
All Rights Reserved
#773
jurusan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Finding Herself (Selesai & Revisi)
  • Bunga Yang Dibenci
  • I'm Not a WOLF (FINISH)
  • Penghulu Bidadariku S2 : Aisyah Humaira
  • Taruhan Cinta Haz Arman (EBOOK)
  • ATHASYA [TERBIT] ✓
  • SUARA DARI SEPARUH JIWA
  • Untuk Anggun, Dari Aisy
  • Bumi

[SELESAI] FOLLOW DULU SEBELUM BACA‼️ SEBAIKNYA JANGAN TERBURU-BURU, KASIH BINTANG🌟 UNTUK MEMBERIKAN REWARD PADA SAYA. Deira Alwa M, seorang gadis penuh tekad dalam mewujudkan ambisinya. Sampai-sampai dia harus berjuang melawan tekanan demi tekanan dari berbagai cobaan hidup. Belum lagi harus menghadapi kisah cinta virtual yang membuat Alwa menghilangkan diri dari sosial media. Mengejar pendidikan dan memulai karier tanpa bantuan keluarga merupakan hidup sendiri dalam dunia. Walau begitu, semenjak mengikuti salah satu program pemerintah Alwa menemukan arti keluarga sesungguhnya. Semua dimulai dari 29 tahun yang lalu. Meski banyak kehilangan, air mata, tidak mampu membuat Alwa agar terbiasa dalam situasi yang sama. Seakan dalam kehidupan hanya untuk menderita, jika bisa memilih Alwa dipastikan ingin hidup tanpa harapan. Karena, setiap ada harapan pasti akan menjadi angan semata. Puncaknya, sebuah kejadian tidak terduga di taman bunga menguji kekuatannya, menjadi penentu apakah Alwa mampu bangkit atau justru terpuruk selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines