' EDELWEIS '

' EDELWEIS '

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 19, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Seorang wanita tinggi berkulit putih dan cantik memasuki sebuah ruangan yang sudah di tinggalkan pada tahun 2016. Ruangan itu kosong, dan berdebu tapi. Aroma dan kenangan di ruangan itu masih sama seperti dulu. Wanita itu berjalan maju dan membuka satu laci dan mengambil sebuah buku. Dia tersenyum, lalu sedikit tertawa, bersenandung, lalu menangis. menaruh buku itu, dia mengambil buku lain. Dia melihat sosok perempuan berambut gelombang dan berbulu mata lentik wanita cantik itu terlihat tersenyum lebar pada foto itu. " kamu cepet banget pergi. Selamat tidur Kebahagiaan ku. " " Kalian akan selalu ada di benak ku. Terimakasih telah hadir sebagai kebahagiaan untuku, Rumahku.. "
All Rights Reserved
#27
edelweiss
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Rainbow is Over
  • If we can together
  • Izinkan Aku Mengisi Hatimu
  • Dear of Natasya
  • OUR BOOK
  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • OUR BOOK 2
  • Still You [END]

"Jika ingin bermain, maka keduanya harus bahagia. Tapi, jika salah satunya tidak merasakan bahagia, bagaimana bisa dikatakan bermain?" Berawal dari pertemuan yang tidak disengaja, seorang gadis remaja si kutu buku bertemu dengan seorang pria yang tak Ia kenal sebelumnya. Dalam tatap yang saling bertemu, menghasilkan sebuah adegan yang membawa mereka untuk berkenalan. Terkesan biasa saja saat bertemu dengannya. Tidak ada yang spesial. Hingga akhirnya dia mendekat dan rasa penasaran pun muncul. Tak hentinya gadis itu bertanya mengapa dia datang dan tidak beranjak pergi. Bertanya kepada sang bulan sampai bimbang merajai hatinya. Bimbang antara Ia memberontak atau terus membisu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines