Garis Waktu

Garis Waktu

  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Mga Boto 23
  • WpPart
    Mga Parte 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Aug 18, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Shafa Khairunnisa, perempuan yang berprofesi sebagai pengajar yang ternyata menyimpan perasaan kepada Aditya Pratama Kusuma, sahabatnya. Namun, karena sebuah perjanjian, Shafa berusaha mengubur dalam-dalam perasaannya. Tapi anehnya, semakin Shafa berusaha melupakan, perasaan itu justru semakin mendalam. Ketika dalam masa dilemanya, Aditya justru di kabarkan telah mengkhitbah seorang gadis cantik dan sholehah bernama Layla Hasyim Kuswandi. PATAH HATI.... Dua kata itulah yang mampu mewakili perasaannya. Di tengah kekacauan hatinya, Shafa harus bertemu dengan Kepala Sekolah baru bernama Muhammad Juanda Sya'bani yang mempunyai kepribadian yang amat beku seperti es di kutub Utara. Hari demi hari Shafa lalui. Mampukah Shafa berdamai dengan keadaan? Apakah Shafa bisa mencairkan hati Sang Kepala Sekolah baru itu? Bismillah... start, 15 Januari 2024 22:30 WIB
All Rights Reserved
#351
guru
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Love In Profession[End]
  • Senja Assyifa [COMPLETED]
  • Mendadak Ipar
  • Kahfi dan Yumna
  • GHANIA [Revisi Versi Cetak]
  • 🧸 𝗢𝗻𝗹𝗶𝗻𝗲 𝗙𝗿𝗶𝗲𝗻𝗱𝘀 🧸
  • LOVE AND SECRET

-Cerita ringan dan enggak berbelit,semoga suka -Belum di Revisi Cut Syifa Azzahra adalah seorang mahasiswi kedokteran yang terpaksa harus berhenti mencapai impiannya dan menjadi guru di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk pikuk kota lalu bagaimana kah pertemuan nya dengan seorang Dokter Muhammad Alzam yang menjadi relawan saat desa yang ia tempati sedang mengalami bencana alam ___ "ya allah , saya tidak punya hak untuk memarahi dokter, saya hanya mengingatkan, saya juga pernah telat tapi tidak marah saat di tegur" zara berjongkok untuk mengikat tali sepatunya yang lepas, dengan mulut tidak hentinya mengoceh "Pokok nya kamu memarahi saya zara! hati saya benar benar sakit" seperti biasa dengan tampang sok sedih dan satu tangan mengelus dada "sekarang apa lagi yang mau kamu lakukan? oh, saya tau, sepertinya kamu mau saya mati dengan tidak memberi saya makan pagi dan siang" zara menghela nafas pelan, mengumpulkan ogsigen, mengumpulkan ogsigen sebanyak banyaknya, rasanya beban hidupnya akan bertambah sekarang. oh tidak melainkan sejak kemarin

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman