Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
Ridho Emak

Ridho Emak

  • WpView
    Leituras 9
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadConcluída ter, jan 16, 2024
WpInfo
NÃO-FICÇÃO
Kisah Fatimah yang menempuh pendidikan di Sekolah swasta. Walau tergolong keluarga dengan keterbatasan ekonomi, hal itu tidak menyurutkan tekad Emak untuk menyekolahkan Anak-anaknya di sekolah terbaik. Cerita pendek ini merupakan karya Najwa Aisyah. Duta literasi Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.
Todos os Direitos Reservados
#144
tekad
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • RIMBA MERUN
  • Bocah-bocah di Bawah Pohon Asam
  • ADA PELANGI DI UJUNG WAKTU
  • Cinta Sepertiga Malam
  • ANAK KAMPUNG BERMIMPI LANGIT
  • Argia (Tamat)
  • Something Called Hope | Completed
  • Rumah Masa Kecil
  • GRIZLEN {On Going}

Di sebuah dusun terpencil, tersembunyi di jantung hutan tropis Lampung, berdiri sebuah sekolah bernama Rimba Merun. Di sanalah Bu Mar, seorang guru tua dari kota menempuh perjalanan puluhan kilometer setiap hari demi sekolah ini tak di tutup. Bersama dua guru lainnya, ia mengajar segelintir anak dusun yang miskin dan sederhana. Murid-muridnya mayoritas berasal dari keluarga tak mampu. Di dusun itu, kebanyakan orang tak berpendidikan, hidup dari buruh kelapa sawit, dan pertanian seadanya. Sekolah dianggap sia-sia. Namun, para guru tak menyerah begitu saja dalam mendobrak lingkaran setan. Lalu datanglah ancaman. Perusahaan konglomerat sawit mengklaim bahwa tanah sekolah dan hutan di sekitarnya, termasuk dusun Rimba Merun, masuk dalam wilayah konsesi mereka. Pabrik itu akan menggusur tanah mereka. Bu Mar dan guru lainnya tidak tinggal diam. Bersama murid dan sebagian warga yang mulai sadar dan berani, mereka membangun perlawanan. Namun perjuangan tidak mudah. Di tengah tekanan ekonomi, masyarakat terpecah dan merasa tak mampu karena yang mereka hadapi adalah koorporasi raksasa, sedangkan mereka, hanya orang miskin yang punya tanah dengan status warisan turun temurun. Ini adalah kisah tentang sekolah kecil di tengah hutan, tentang harapan guru-guru yang tak berhenti percaya menyalakan api pendidikan, tentang anak-anak yang tak berhenti bermimpi, dan potret masyarakat pedalaman yang bertahan hidup ditengah gempuran ekoonomi. Jika sekolah dan dusun itu hilang, bukan hanya bangunannya yang lenyap, tetapi juga seluruh mimpi mereka.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo