ARUMI..
  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 11, 2024
Arumi memiliki Penyakit. Tapi ia Menyembunyikannya dari temannya bahkan yang Mengetahui Penyakitnya hanya Syafana dan kedua orangtuanya. Arumi tetap tersenyum walaupun penyakitnya sedang kambuh, saat tes akhir semester arumi tidak akan menyangka bahwa ia akan bertemu dengan laki-laki seperti "Alvian vanzharkala". Alvian vanzharkala. Laki-laki tersebut beruntung karena bertemu perempuan seperti "Arumi viar acientya", tapi alvian tidak menyangka bahwa perempuan yang akan menjadi jodohnya di masa depan memiliki penyakit yang bisa membuat nyawa arumi terancam kapan saja, jika tidak rutin ke rs seminggu sekali. sampul cerita: pin
All Rights Reserved
#16
ceritaanaksmp
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Being a Good Papa [ End ]
  • Popular Temprament Man
  • Alvandra
  • Bucin Ala Al [END]
  • Persona
  • ADARA [End]
  • Takdir di Antara Kita (Tamat)
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • Scarla

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines