Kisah Rania (Hiatus)

Kisah Rania (Hiatus)

  • WpView
    Reads 420
  • WpVote
    Votes 184
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 8, 2024
Aku Rania, Rania putri anaya, adalah salah satu anak dari Ayah Indra Ariwibawa dan Ibu Dinda safitri. Aku adalah anak pertama dari dua bersaudara adikku tak lain bernama Refaldi Adriel Raymond Aku pengen sekali kuliah biar kataku "Sama seperti mereka yang lain diluar sana yang sudah sukses." tapi ibu ku menolak karena ekonomi yang terbilang tidak cukup untuk membiayakan diriku. Tanpa sepengetahuan dari orang tua Ayah maupun Ibu, aku mencari pekerjaan di cafe tempat tante sahabat ku Saskia. Tante Saskia memiliki caffe yang bernama caffe bintang, aku senang karena uang yang akan ku hasilkan bisa di tabung untuk biaya perkuliahan. Namun saat pulang ke rumah Aku di kejutkan dengan ucapan dan perkataan dari orang tuaku, bahwa diriku haruslah menikah agar biaya ngampus bisa di ringankan karena adanya seorang suami di kehidupan ku. Tentu aku sangat tidak ingin menikah dikarenakan diriku ingin memimpikan mencapai cita-citaku, tanpa harus menikah ataupun bantuan orang lain. Aku ingin berusaha! Tapi dengan terpaksa aku harus menerima permintaan dari orang tuanya sendiri. Aku memilih menikah karena kemauan orang tuaku bukan karena kemauanku. Aku juga berfikir dengan begini bisa ngampus tanpa harus bersusah payah kerja kesana kemari, namun ternyata dugaan ku salah. Aku menikah dengan orang yang tidak dikenaliku orang asing yang bahkan sangat tidak menyukaiku, pria itu membenciku dan selalu membuat diriku tersakiti dan menganggap aku sebagai pembantunya. Pria itu selalu saja menyiksa diriku tanpa kesihan terhadapku. Aku hanya bisa menangis dan meminta tolong kepada Ayah, dan Ibu bahwa dia orang yang tidak baik untukku agar Ayah juga Ibu membawaku pulang ke dalam rumah tanpa ada penyiksaan diriku. Inilah kisah Rania keterpurukan, kesedihanku yang Aku jalani setiap hari ketika sudah berumah tangga. penasaran, kan? Hayo lu pasti penasaran yaudah mampir bae biar tau part selanjutnya. Star : 17-Januari-2024 Finish :
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Masih Percaya Cinta
  • My Duchess / End
  • Antara aku dan dunia
  • I AM PREGNANT  (OPEN PO)
  • Puisi Kegagalan
  • Om, Ayo Nikah!
  • Dosen Killer | END✔
  • Darsa (END)
  • Merried
  • Rumah Penuh Cerita

♥ Adinda Marziyara Argantama, semua orang biasa menyebutnya Ziya sedangkan mendiang ibu nya selalu memanggil sang putri kesayangan nya itu Ara. Gadis yang dulu nya sangat manja di kehidupan nya yang sempurna itu harus merubah hidup nya dengan jangka yang sangat cepat, setelah kepergian ibu nya dia di tuntut untuk menjadi gadis yang mandiri, tegar dan bahagia dengan dirinya sendiri. Kekecewaan bukan lagi hal yang asing untuk nya, tekanan dari berbagai arah pun selalu dia terima dengan ikhlas. Ya, walaupun gadis itu di limpahi harta tapi bukan hanya itu yang dia mau sepenuhnya. Kehidupan yang awalnya nya di penuhi cinta dan kasih sekarang hilang, gagal dalam hal cinta adalah kalimat yang paling tepat untuk dirinya yang sekarang. Setelah beberapa kali gagal dalam urusan cinta, dia bertemu dengan seseorang yang sangat meratukan dia. Namun justru benteng mereka terlalu tinggi, rumit bukan? Kata Maziyara.... "jika CINTA itu adalah ANUGERAH berarti kita mendapat anugerah yang sama, namun dengan iman yang BERBEDA." Namun dia sudah tidak pernah terlihat rapuh, gadis itu saat ini sudah menjadi kupu-kupu yang indah terbang bebas di udara. Entah itu benar, atau hanya sekedar sandiwara. Kehancuran tidak membuat dirinya roboh, dia masih berdiri kokoh di atas kakinya sendiri. Satu komitmen yang dia pegang sampai saat ini. "aku memang penuh luka, tapi aku tidak akan pernah biarkan luka itu menjalar kepada orang-orang sekitar ku." "aku tahu sesakit apa, jadi cukup aku jangan orang lain." ~Adinda Maziyara Argantama.~ ♥

More details
WpActionLinkContent Guidelines