"Bisakah kita seperti itu? bersama tertawa riang kembali, mewujudkan janji yang telah kita cipta,"
"Aku tak berharap seperti itu, maaf,"timpalnya. Nyatanya memang tujuan kita berbeda, aku tak bisa memaksanya 'tuk menjadi milikku. Namun, mengapa tidak? rela berkorban deminya hanya karena alasan bodoh.
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Dan semuanya kembali terjadi....
"Aku bodoh ya? Coba aja aku tidak egois, dan karena keegoisan aku semuanya kembali terulang...," Lirih Raka dengan bahu yang bergetar, bahkan ia tidak perduli lagi jika ia seorang cowok dan menangis.