I'm tired

I'm tired

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 18, 2024
nama ku Aila Azalea, ini cerita tentang kehidupan ku yang penuh dengan caci makian sejak aku pindah, aku terkadang capek dengan kehidupan ini, sungguh capek, aku ingin mengulang semua dari awal. ku kira dengan adanya aku pindah, kehidupan ku akan jauh lebih baik tapi nyatanya ini malah berdampak buruk. rasanya aku ingin kabur dari rumah NERAKA ini. Aila di sekolah SMP nya sering tidur dan tidak mendengarkan guru, terkadang ia sering di ejek sama teman nya. Tapi ia tidak pernah membalas semua ejekan itu Ini kisah tentang kehidupan nya Aila penasaran dengan kehidupan nya Aila? langsung aja baca ceritanya, jangan lupa vote dan komen ya🤗
All Rights Reserved
#486
broken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • ARSYA: My Naughty Boyfriend (END)
  • 𝐁𝐫𝐨𝐤𝐞𝐧 𝐇𝐨𝐦𝐞? {𝐄𝐍𝐃}
  • ALEA
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • ELANG [End]
  • Airka: My Queen Bullying
  • KEISTIMEWAAN ADEL (SELESAI)
  • ARGA [TAMAT]
  • Alisa's Story

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines