Metafora Fana Dari Arjemi

Metafora Fana Dari Arjemi

  • WpView
    Reads 1,112
  • WpVote
    Votes 101
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 5, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Kenapa kamu terlalu yakin kalo cintamu masih sama? Gimana kalo ternyata cintamu itu udah lama hilang tapi kamu yang nggak pernah sadar. Jemi, aku mau kita ambil jarak ini untuk cari sesuatu yang hilang. Karena, bagaimana jika sesuatu yang hilang selama ini adalah cinta dari kamu? Barangkali aku udah kehilangan 'itu' sejak lama, barangkali kamu perlu disadarkan bahwa cintamu udah lama hilang dan yang tertinggal cuma ego. Ego supaya 'kita' kelihatan baik-baik aja." -Kajena Frasa Sorandita. "Oke, kalo ini mau kamu. Kita cari sesuatu yang hilang itu. Cintaku yang hilang atau perasaan kamu yang perlu diyakinkan lagi. Jadi, jangan pernah halangi aku, Na. Karena apapun yang aku lakukan nanti semata-mata cuma untuk mengambil apa yang hilang dari aku; kepercayaan kamu."-Arjemi Nathan Sangkara.
All Rights Reserved
#46
wattpadforyou
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Together with The Sundown
  • Mungkin? (Tamat)
  • Ex or New? [REVISI]
  • FERREL BUMANTARA WARDHANA
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • LOST MY BREATH (ON GOING)

"What if the past, is your only reason to survive?" Lima tahun berusaha menghapus masa lalu, Fran yakin cerita cintanya dengan Karin sudah berakhir. Perempuan itu sekarang hanyalah kenangan baginya, yang tersimpan rapi dalam sebuah fragmen memori. Yang menjadi bagian dari proses pendewasaannya. Bagi Fran, Karin adalah sebuah pelajaran yang membuatnya mengerti arti merelakan. Selama lima tahun itu juga, Fran meyakinkan diri bahwa akan ada bentuk cinta lain dalam hidupnya. Fran menata hati, tidak lagi menoleh ke belakang, dan melanjutkan hidup yang sempat terbengkalai. Tetapi dia tak pernah menyangka bahwa suatu saat takdir mempertemukannya kembali dengan Karin, cinta lamanya. Dia tak pernah percaya bahwa benang merah diantara mereka masih terjalin. Dan ceritanya bersama Karin, masih jauh dari akhir. Ketika Karin, penulis muda yang sukses, bertemu kembali dengan seseorang dari masa lalunya, dia tidak mengerti mengapa setelah sekian lama takdir baru mempersatukan mereka lagi. Karin masih mengingatnya, masih menganggapnya lelaki pertama yang membuat gadis itu jatuh cinta. Ketika mereka kembali bersua, Fran menawarkan rasa nyaman dan aman yang membuat Karin rindu. Keduanya seperti terperangkap dalam kenangan masa lalu, kembali menjadi dua anak sekolah dalam seragam abu-abu. Dalam kurun waktu singkat, mereka merasakan sesuatu yang tak asing. Apakah itu cinta yang kembali datang? Atau hanya perasaan rindu yang belum terobati? Dan ketika akhirnya mereka berhadapan satu sama lain, dengan masa lalu yang menjadi jembatan, apa mereka masih dikuasai perasaan itu? Cinta masa SMA yang menerobos masuk? Baik Karin maupun Fran, tak mengerti kemana jalur hidup membawanya. Tapi meski begitu, mereka tahu ada satu hal yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. Waktu, Hanya waktu. EDITING PROCESS - © 2014 Salshabrina All Right Reserved

More details
WpActionLinkContent Guidelines