The Way I Want It To Be

The Way I Want It To Be

  • WpView
    Reads 684
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 16, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Mencari jati diri atau sedang mencari cinta sejati? Ini tentang perjalanan seorang gadis bernama Lisa Arashelena yang sibuk mempertimbangkan pilihannya. Apakah dia harus memilih sesuai keinginannya atau sesuai pengalamannya? "Gue harus bagaimana?" Arash mendongak dipelukan Niki. Mata gadis itu masih terus-terusan mengeluarkan air mata. Niki dengan lembut mengusap air mata itu dengan tangannya. "You have to be patient with everything that happens to you." Niki mengelus rambut Arash dengan lembut. Arash masih sesenggukan, gadis itu melepaskan pelukan Niki dan mengusap air mata yang masih keluar. "It's called a test, Rash!" Penasaran dengan lanjutannya?? Cus langsung aja ke ceritanya!!! #1 in arash #3 in aldi #2 in calvin #9 in instagram
All Rights Reserved
#236
instagram
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • EINSTEIN [END]
  • Sweetly Tied
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • Círculo del Destino
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • The Last Yes!
  • Mulih (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines