Story cover for The Painless by kelvinariski
The Painless
  • WpView
    Reads 1,508
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 1,508
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 10
Complete, First published Jan 19, 2024
Mature
Semuanya berubah saat aku berpamitan dengan keluarga tersebut. Mereka langsung menjadi aneh dan menahanku supaya tidak meninggalkan rumah tersebut dengan berbagai cara. 
"Terima kasih atas makanannya. Aku rasa aku harus pulang sekarang, terima kasih sekali lagi", ucapku sambil melipat serbet. 
"Kau tidak boleh pulang, kau sudah menjadi bagian keluarga kami sekarang", sahut wanita yang merupakan ibu di keluarga tersebut. 
Aku mulai menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan keluarga ini, aku pun berusaha sebisa mungkin untuk bisa kabur dari rumah tersebut. 
"Giselleee", memanggil dengan suara lembut. 
"Dbuggg", suara pukulan.
All Rights Reserved
Sign up to add The Painless to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
BYE, MANTAN! (TAMAT) cover
Cinta Dua Dunia  cover
Bloody Promise [Sudah Diterbitkan] cover
My Mystirious Husband  (Complete) cover
Suddenly Marriage cover
Love Is Never Makes U Happy ( Sudah Terbit Dalam Bentul EBOOK ); cover
Halycon cover
Fading Out Flickers  cover
Elementum cover

BYE, MANTAN! (TAMAT)

36 parts Complete

Suamiku tidak mencintaiku, saudari seayah beda ibuku ternyata seekor ular beracun, dan hidupku tidak baik-baik saja. Bahkan suami antagonis dalam sinetron murahan pun jauh lebih baik daripada suamiku yang membuatku sakit, sekarat, lalu mati. Benar-benar kurang ajar! Barangkali semesta menaruh simpati terhadapku hingga memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa sebelum terjerat pernikahan konyol dengan mertua yang sifatnya mengalahkan ibu tiri dalam serial picisan. Mengejar cinta suamiku? Humph! Mimpi! Aku tidak peduli dengan keluarga maupun suamiku. Kuputuskan meninggalkan mereka, menyepi ke pinggiran kota, dan membangun kehidupan baru yang ideal bagi orang sepertiku. Namun, memang dasar setan! Mereka masih saja mengganggu dan berharap aku akan bersedia mengorbankan kebahagiaanku demi sesuap kasih sayang semu! Sialan! Jambu! Beri aku ibu peri! Sekarang! "Mau jadi menantuku, Sayang?" Tetanggaku, seorang nenek mencurigakan yang mungkin saja penyihir, menawarkan cucunya kepadaku. Memangnya apa yang bisa kulakukan? Tentu saja menerima pernikahan tersebut! Dengan begitu mantan suami dan mantan keluarga yang berengsek itu takkan bisa menyentuhku. Jenius! "Sayang, yuhuuuuu! Aku datang!"