Dua Garis Takdir Antara Luka Dan Sembuh

Dua Garis Takdir Antara Luka Dan Sembuh

  • WpView
    Reads 239
  • WpVote
    Mga Boto 48
  • WpPart
    Mga Parte 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Mar 2, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Hidup adalah tentang bagaimana kita menerima setiap peristiwa baik itu menyenangkan atau menyakitkan, serta orang-orang didalamnya termasuk diri kita sendiri. Menyembuhkan luka batin bukan pekerjaan pasif -menunggu-. Seseorang tidak bisa diam dan membiarkan "waktu yang bekerja". Menyembuhkan luka batin memerlukan komitmen di mana kita harus menyediakan waktu, energi, dan biaya untuk sembuh dari luka psikis yang ditumpuk entah sejak kapan. Luka ini serupa dengan luka fisik yang perlu dibersihkan, ditutup, dirawat, dan disembuhkan agar semakin parah. **** Halo saya kembali dengan cerita baru semoga bermanfaat buat kalian. see you next time ikuti perjalanan cerita ini sampai akhir all
All Rights Reserved
#682
absurd
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Penulis Luka [ON GOING]
  • REGATHAN [END]
  • Stop It, Darka! [END]
  • Sudut Luka Nazea
  • 15th Voltage [Tegangan 15] ✔(COMPLETED)
  • Don't Self Injury
  • Drowning
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Heal Xiety With Unexpected Love

Di lorong waktu yang sunyi, luka dan trauma menari dalam bayang-bayang kenangan busuk. Setiap langkah terasa berat, sebab kisah ini berjalan tanpa janji akhir yang pasti. Ia hanyalah jiwa yang terus mencari cahaya, meski tak tahu ke mana kisah nya akan bermuara. °°° "Luka dan trauma itu kadang terasa terlalu berat, seperti tak ada tempat untukku bernaung."Lirih seorang gadis malang yang tengah duduk di ayunan bersama laki-laki, yang tanpa sadar selalu ia sakiti "Aku di sini, menerima setiap luka dan gelapmu, tanpa pernah lelah. Cintaku tak menuntut, hanya ingin menjadi pelipur lara."Ujarnya dengan tatapan yang tak bisa di jabarkan oleh kata-kata Gadis itu tersenyum tulus, senyum yang manis, yang tidak pernah ia tunjukkan oleh siapapun. "Dulu aku buta, tak melihat besarnya cintamu. Tapi kini, aku sadar-bahagia itu ternyata ada di hadapanku...." ••• writer by : Perikeciilll

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman